Kyaw Moe Tun, Ini Sosok Dubes Myanmar untuk PBB yang Dipecat Junta Militer

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 28 Feb 2021 16:14 WIB
Dubes Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun
Dubes Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun (Foto: UNTV via AP)
Jakarta -

Sosok Kyaw Moe Tun, Duta Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menjadi sorotan publik internasional setelah dipecat oleh pemerintahan militer karena menyuarakan penghentian kudeta di Myanmar.

Dengan berani, Tun menyerukan akan terus melawan militer Myanmar yang kini didesak oleh banyak pihak untuk mengembalikan demonstrasi di negara ini. Di depan representasi PBB di Jenewa, Kyaw Moe Tun mengatakan bahwa dirinya berbicara untuk pemerintah Suu Kyi dan meminta bantuan untuk membatalkan "kudeta militer ilegal dan inkonstitusional."

"Saya memutuskan untuk melawan selama saya bisa, "kata Kyaw Moe Tun, seperti dilansir Reuters, Minggu (28/2/2021).

Lalu bagaimana sosok Kyaw Moe Tun yang berani menentang militer itu? berikut profilnya melansir dari situs resmi perwakilan Myanmar untuk PBB.

Pendidikan

Kyaw Moe Tun meraih gelar sarjana Hubungan Internasional di Universitas Yangon, Myanmar pada 1992. Pendidikan Tun tak berhenti di jenjang sarjana, ia kembali meneruskan gelar master di Jepang pada 2002. Ia meraih gelar Master Administrasi Bisnis dari International University of Japan, Niigata, Japan (2002-2004).

Tun pernah menjadi peneliti tamu di Institute for Security and Development Policy (ISDP), Stockholm, Swedia dari bulan April hingga Juni 2011.

Perjalanan Karir

Kyaw Moe Tun menjabat sebagai Dubes Myanmar untuk PBB sejak Juli 2018 hingga dicopot oleh militer pada 27 Februari 2021. Semasa jabatannya ia terus menggemakan aksi melawan militer dan meminta kudeta dibatalkan.

Sebelum menjabat sebagai Dubes, lulusan magister Jepang ini diketahui sudah malang-melintang di dunia politik dengan bergabung bersama Kementerian Luar Negeri pada 1993 sebagai Kepala Cabang atau sekretaris ketiga.

Dari tahun 1997-2001, ia hijrah ke Jakarta, Indonesia guna mengemban amanah sebagai Sekretaris Ketiga di Kedutaan Myanmar di Indonesia.

Simak video 'Myanmar Minta Bantuan Terkait Kudeta Militer di Forum PBB':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2