International Updates

AS Sebut MBS Setujui Pembunuhan Khashoggi, Suu Kyi Dipindah ke Lokasi Rahasia

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 19:06 WIB
Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman speaks during the meeting of Islamic Military Counter Terrorism Coalition defence ministers in Riyadh, Saudi Arabia November 26, 2017. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY.
Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS (dok. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS)
Jakarta -

Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) menuduh Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), menyetujui pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Keberadaan pemimpin de-facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, misterius setelah dia dipindahkan ke lokasi rahasia.

Laporan intelijen AS menyatakan bahwa mengingat pengaruh yang dimiliki MBS, 'sangat tidak mungkin' pembunuhan Khashoggi terjadi tanpa lampu hijau darinya. Pembunuhan itu, menurut laporan intelijen AS, juga disebut sesuai dengan pola 'dukungan Putra Mahkota untuk penggunaan langkah kekerasan dalam membungkam para pembangkang di luar negeri'.

Sementara itu, pejabat partai yang menaungi Suu Kyi dan pengacaranya mengungkap dia telah dipindahkan dari kediamannya di Naypyitaw ke sebuah lokasi rahasia. Diketahui bahwa Suu Kyi menjadi tahanan rumah sejak kudeta militer pada 1 Februari lalu.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (27/2/2021):

- AS Tak Beri Sanksi Putra Mahkota Saudi yang Setujui Pembunuhan Khashoggi

Otoritas Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya terang-terangan menuduh Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), menyetujui pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi. AS juga menjatuhkan serentetan sanksi, namun tidak secara langsung menargetkan MBS.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (27/2/2021), laporan intelijen AS yang diungkap ke publik oleh pemerintahan Presiden Joe Biden menyatakan MBS yang merupakan pemimpin de-facto Saudi telah 'menyetujui sebuah operasi di Istanbul, Turki, untuk menangkap atau membunuh jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi'.

Namun, otoritas AS tidak menjatuhkan sanksi maupun menerapkan larangan apapun terhadap MBS. Dengan para pejabat AS menyebut tidak ada preseden penjatuhan sanksi untuk pemimpin senior dari negara sekutu.

- Biden Sebut Serangan Udara AS di Suriah Jadi Peringatan untuk Iran

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menegaskan bahwa serangan udara yang dilancarkan AS terhadap milisi pro-Iran di Suriah baru-baru ini harus dipandang oleh Iran sebagai sebuah peringatan. Milisi pro-Iran yang menjadi target serangan diyakini bertanggung jawab atas serangan roket terhadap pangkalan AS di Irak.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (27/2/2021), saat ditanya apa pesan yang diambil dari serangan udara AS terhadap milisi pro-Iran di Suriah pada Kamis (25/2) waktu setempat, Biden menjawab: "Anda tidak bisa bertindak dengan impunitas."

"Berhati-hatilah," imbuh Biden, saat berbicara dalam kunjungan ke Texas usai cuaca dingin ekstrem memicu jutaan warga hidup tanpa listrik dan air.

Selanjutnya
Halaman
1 2