Saat Lehernya Ditekan Polisi AS hingga Tewas, Angelo Quinto Derita Depresi

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 14:34 WIB
A San Diego County Sheriff’s Deputy secures the scene of a shooting incident at the Congregation Chabad synagogue in Poway, north of San Diego, California, U.S. April 27, 2019.  REUTERS/John Gastaldo
Ilustrasi Polisi AS (Foto: REUTERS/John Gastaldo)
California -

Kabar kematian seorang warga California Utara, Amerika Serikat (AS) menghebohkan publik negara itu. Aksi kekerasan yang dilakukan polisi tersebut mengingatkan kembali pada kejadian serupa yang dialami George Floyd.

Pria bernama Angelo Quinto (30) diketahui tewas beberapa hari setelah polisi menempatkan lututnya di leher pria itu sekitar 5 menit.

Seperti dilansir CNN, Kamis (25/2/2021) Quinto diketahui menderita gangguan kesehatan mental yang kambuh pada insiden 23 Desember tahun lalu.

"Quinto menderita gangguan kecemasan, depresi dan paranoid selama berbulan-bulan," kata pihak pengacara keluarga Quinto, John L Burris.

Saat kejadian, Quinto yang kambuh ditenangkan oleh ibunya sambil dipeluk. Quinto pun mulai tenang.

Saudara perempuan Quinto, yang khawatir kambuhnya Quinto akan melukai ibunya, menghubungi polisi di wilayah Antioch.

Dua polisi yang merespons laporan itu, datang dan langsung menarik Quinto dari pelukan ibunya. Dengan kasar, polisi menempatkan lutut di leher pria itu selama nyaris 5 menit.

Saat polisi membalikkan tubuh Quinto, wajahnya sudah berlumuran darah. Ia pun dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Polisi Antioch ini sudah memborgol Angelo tapi tidak menghentikan serangan mereka terhadap pemuda itu dan entah kenapa menggunakan teknik 'George Floyd' dengan menempatkan lutut di punggung dan samping lehernya, mengabaikan permintaan Quinto yang mengatakan 'tolong jangan bunuh saya'," ucap Burris, merujuk pada tragedi tewasnya pria kulit hitam di Minneapolis yang lehernya ditekan lutut polisi yang menangkapnya.

Floyd meninggal setelah polisi terus menekan lehernya selama beberapa menit. Insiden itu telah memicu aksi protes besar-besaran di seluruh Amerika Serikat, bahkan kerusuhan di sejumlah lokasi pun terjadi.

Sayangnya, petugas kepolisian Derek Chauvin, yang dituduh membunuh Floyd, dibebaskan dari penjara Minnesota. Chauvin dibebaskan dengan jaminan US$ 1 Juta atau sekitar Rp 14 miliar.

Lihat juga Video: Polisi AS Ditembak Mati di Jalan Raya

[Gambas:Video 20detik]



(izt/izt)