9 Mayat Hangus Terbakar Lainnya di Meksiko Terindentifikasi

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 13:01 WIB
U.S. Customs and Border Protection (CBP) officials stand guard next to the border wall after a group of migrants, part of a caravan of thousands from Central America trying to reach the United States, crossed illegally from Mexico to the U.S., as seen from Tijuana, Mexico December 13, 2018. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins     TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Meksiko -

Meksiko telah mengidentifikasi sembilan lagi mayat yang ditemukan dalam keadaan tertembak dan terbakar di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko bulan lalu.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (7/2/2021) sejauh ini 16 mayat telah diidentifikasi, termasuk dua warga negara Meksiko dan 14 warga Guatemala, kata kantor kejaksaan negara bagian Tamaulipas dalam sebuah pernyataan.

Pihak berwenang telah bekerja untuk mengidentifikasi jenazah dengan menggunakan DNA yang dikumpulkan dari para kerabat yang meyakini keluarganya adalah korban. Kebanyakan mereka adalah migran Guatemala, mungkin termasuk di antara para korban.

Sejumlah mayat ditemukan hangus parah dan dengan luka tembak, ditemukan di sepanjang rute penyelundupan migran yang populer di daerah terpencil Tamaulipas, yang berbatasan dengan Amerika Serikat di timur laut Meksiko.

Pembunuhan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran baru di Meksiko tentang bahaya yang dihadapi oleh para migran, banyak di antaranya berasal dari tiga negara miskin di Amerika Tengah yaitu Guatemala, Honduras dan El Salvador.

Salah satu orang yang baru diidentifikasi dinamai oleh kantor kejaksaan Meksiko sebagai Paola D. "Z", diyakini sebagai Paola Damaris Zacarias. Keluarganya mengatakan kepada Reuters bulan lalu bahwa dia diduga termasuk di antara mereka yang meninggal.

Sebelumnya kantor kejaksaan negara bagian Tamaulipas , Meksiko mengatakan telah menemukan 19 mayat hangus terbakar di Meksiko, dekat perbatasan Amerika Serikat. Polisi menemukan dua kendaraan terbakar, di mana di dalamnya terdapat sejumlah mayat di jalan pedesaan dekat kota Carmago pada Sabtu (23/1) waktu setempat.

Investigasi awal menunjukkan bahwa para korban telah ditembak, kemudian tubuh mereka dibakar. Karena tidak ditemukan peluru di lokasi kejadian, polisi mengatakan ada kemungkinan korban tewas ditembak di lokasi berbeda.

Selanjutnya
Halaman
1 2