Round Up

Tentang 'Proud Boys' yang Masuk Daftar Teroris Usai Capitol Diserang

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 23:14 WIB
Pasukan Garda Nasional memperketat penjagaan Gedung Capitol, Washington, Amerika Serikat. Penjagaan ini dilakukan menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS.
Ilustrasi (Foto: AP Photo)

"Kanada tidak akan mentolerir tindakan kekerasan ideologis, agama atau bermotif politik," tegas Blair.

"Daftar tersebut kemungkinan akan mendapatkan sejumlah tanggapan soal anggota Proud Boys," kata Jessica Davis, mantan analis intelijen senior Badan Intelijen Keamanan Kanada.

"Untuk beberapa individu ini mungkin memiliki efek peredam ... Namun, mungkin ada beberapa anggota inti yang akan semakin diradikalisasi," kata Davis, presiden Insight Threat Intelligence.

"Sulit untuk mengatakan berapa banyak anggota Proud Boys yang ada di Kanada," kata Evan Balgord, direktur eksekutif Anti-Hate Network of Canada.

Grup itu sendiri tidak memiliki aset keuangan utama, sejauh yang diketahui Balgord.

"Langkah tersebut menggarisbawahi keprihatinan konstitusional tentang kemampuan pemerintah Kanada untuk menunjuk sebuah kelompok sebagai entitas teroris," kata Leah West, seorang profesor keamanan nasional di Universitas Carleton Ottawa dan mantan pengacara di Departemen Kehakiman Kanada.

Halaman

(izt/ita)