International Updates

Erdogan Siapkan Konstitusi Baru Turki, Suu Kyi Dijerat Dakwaan Impor Ilegal

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 18:59 WIB
Setelah Erdogan sebut Macron perlu perawatan mental, Prancis tuduh Turki coba picu kebencian terhadap Prancis
Recep Tayyip Erdogan (dok. BBC World)

- Erdogan Siapkan Konstitusi Baru untuk Turki

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengejutkan banyak pihak saat menyerukan bahwa sekarang saatnya bagi Turki untuk mengadopsi konstitusi baru. Namun demikian, seruan soal konstitusi baru itu menuai dukungan dari mitra koalisi pemerintahan Erdogan.

Seperti dilansir AFP, Rabu (3/2/2021), seruan itu juga memicu spekulasi bahwa Erdogan sedang mencari cara untuk memperpanjang kekuasaannya.

Dalam pernyataannya, Erdogan menyebut bahwa konstitusi lama Turki telah menjadi 'sumber masalah'. Diucapkan juga oleh Erdogan bahwa dirinya akan mendorong majelis konstitusional jika mitra juniornya di Partai Gerakan Nasionalis atau MHP mendukung penulisan ulang Konstitusi Turki.

- Pendukung 'Partai Patriot' untuk Trump Berkembang Pesat di Facebook

Para pendukung mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menggalang dukungan di media sosial untuk gagasan pembentukan 'Partai Patriot'. Kajian terbaru menunjukkan bahwa upaya penggalangan dukungan itu mengalami perkembangan cukup pesat.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (3/2/2021), dalam upayanya, para pendukung Trump itu dilaporkan menggunakan referensi kelompok milisi dan bahkan mempromosikan campuran teori-teori konspirasi.

Di tengah perselisihan dengan beberapa pemimpin Partai Republik usai rusuh Gedung Capitol pada 6 Januari lalu, Trump diketahui membahas soal pembentukan sebuah partai politik baru. Hal itu diungkapkan sejumlah penasihatnya. Namun, komisi aksi 'Save America PAC' yang dicetuskan Trump baru-baru ini menyatakan sang mantan presiden telah mengesampingkan gagasan partai baru untuk saat ini.

Kendati demikian, upaya penggalangan dukungan untuk partai baru itu semakin berkembang pesat di media sosial, terutama Facebook. Hasil kajian terbaru dari kelompok pemantau Tech Transparency Project (TTP) menyatakan beberapa kelompok dengan nama 'Partai Patriot' memperoleh ribuan anggota dalam hitungan hari.

- Kudeta Myanmar, Aung San Suu Kyi Dijerat Dakwaan Impor Ilegal

Kepolisian Myanmar menjeratkan dakwaan mengimpor perlengkapan komunikasi secara ilegal terhadap pemimpin de-facto Aung San Suu Kyi usai kudeta militer terjadi. Atas dakwaan itu, Suu Kyi akan ditahan hingga 15 Februari karena penyelidikan masih berlangsung.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (3/2/2021), Suu Kyi ditahan oleh militer bersama jajaran menteri dan para tokoh senior pemerintahan lainnya saat kudeta berlangsung pada Senin (1/2) waktu setempat. Saat ini dilaporkan Suu Kyi menjadi tahanan rumah di kediamannya di Naypyitaw.

Dokumen yang diajukan polisi ke pengadilan setempat membeberkan tuduhan yang dijeratkan terhadap pemimpin berusia 75 tahun itu. Disebutkan dalam dokumen itu bahwa beberapa radio walkie-talkie ditemukan dalam penggeledahan di kediaman Suu Kyi di Naypyitaw.

Dokumen itu menyebut alat komunikasi radio itu diimpor secara ilegal dan digunakan tanpa izin.

Halaman

(nvc/nvc)