AS Blokir Bantuan untuk Myanmar Usai Kudeta Militer

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 10:32 WIB
Militer Myanmar melakukan kudeta dan menahan Aung San Suu Kyi. Aksi ini medapat protes di sejumlah negara.
Ilustrasi -- Aksi memprotes kudeta militer Myanmar digelar di beberapa negara (dok. AP Photo)
Washington DC -

Otoritas Amerika Serikat (AS) secara resmi menetapkan militer Myanmar telah melakukan kudeta. Penetapan ini secara legal mewajibkan AS untuk mengakhiri bantuan bagi pemerintah Myanmar.

"Kami telah menilai bahwa tindakan militer Burma (nama lain Myanmar) pada 1 Februari, setelah menggulingkan pemerintah yang terpilih, merupakan kudeta militer," tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Rabu (3/2/2021).

"Amerika Serikat akan terus bekerja secara erat dengan mitra-mitra kami di seluruh kawasan dan dunia untuk mendukung penghormatan terhadap demokrasi dan penegakan hukum di Burma," imbuhnya.

Di bawah aturan hukum AS, negara itu dilarang membantu pemerintah Myanmar namun dampaknya sebagian besar bersifat simbolis, karena hampir semua bantuan di Myanmar diberikan ke saluran-saluran non-pemerintah.

Saat ditanya berapa banyak uang yang masuk ke pemerintah Myanmar, Price menjawab: "Porsi yang sangat kecil."

Militer Myanmar sudah berada di bawah sanksi-sanksi AS terkait operasi militer brutal terhadap kelompok etnis minoritas Muslim Rohingya beberapa tahun terakhir.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya akan mempertahankan program kemanusiaan, termasuk untuk Rohingya, namun akan melakukan peninjauan lebih luas terhadap bantuan untuk Myanmar.

Dalam pernyataan pada Senin (1/2) waktu setempat, Presiden Joe Biden menegaskan AS akan mempertimbangkan untuk kembali menjatuhkan sanksi kepada Myanmar, yang dicabut saat negara itu melakukan transisi ke demokrasi.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, pemerintah AS telah memberikan kontribusi US$ 1,5 miliar kepada Myanmar sejak tahun 2012 untuk mendukung penerapan demokrasi di negara itu, perdamaian internal dan komunitas yang dilanda kekerasan.

(nvc/tor)