Negara-negara ASEAN Bahas Kudeta Militer di Myanmar

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 18:25 WIB
ASEAN Perkuat Kerjasama Ekonomi Guna Hadapi Eskalasi Perang Dagang Cina-AS
Ilustrasi (dok. DW News)

Malaysia dalam komentarnya menyerukan semua pihak di Myanmar untuk menyelesaikan sengketa pemilu secara damai.

"Malaysia mendukung dilanjutkannya diskusi di antara para pemimpin Myanmar untuk menghindari konsekuensi merugikan bagi rakyat dan negara Myanmar, khususnya dalam situasi pandemi COVID-19 yang sulit saat ini," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Kementerian Luar Negeri Singapura menyampaikan 'keprihatinan besar' terhadap situasi terkini di Myanmar.

"Kami memantau situasi dengan saksama dan berharap semua pihak yang terlibat akan menahan diri, menjaga dialog, dan bekerja menuju hasil yang positif dan damai," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura.

"Myanmar adalah teman dekat Singapura dan anggota kunci ASEAN. Kami berharap situasi akan kembali normal secepat mungkin," imbuh pernyataan itu.

Sementara itu, Kamboja, Thailand dan Filipina memiliki komentar berbeda. Ketiga negara itu kompak menyebut kudeta militer sebagai 'urusan dalam negeri' Myanmar.

"Kamboja sama sekali tidak mengomentari urusan dalam negeri negara mana pun, baik dalam kerangka ASEAN maupun negara lain di mana pun," tegas Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Sen, dalam pernyataannya.

"Itu urusan dalam negeri mereka," jawab Wakil Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwan, saat ditanya wartawan setempat soal kudeta militer di Myanmar.

"Kekhawatiran utama kami adalah keselamatan rakyat kami. Angkatan bersenjata kami dalam posisi standby jika kami perlu mengevakuasi mereka serta kapal Angkatan Laut juga disiagakan untuk memulangkan mereka jika perlu," ucap juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque, yang menyebut situasi terkini di Myanmar sebagai 'urusan dalam negeri'.

Halaman

(nvc/ita)