International Updates

Joe Biden Disorot karena Pakai Jam Rolex, Pemakzulan Trump Dikirim ke Senat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 18:39 WIB
Joe Biden saat dilantik menjadi Presiden AS (CNN)
Joe Biden saat dilantik menjadi presiden (Foto: CNN)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menyerukan kebijakan 'Made in America' untuk memenuhi janji kampanyenya sejak lama. Namun Biden diketahui memakai jam tangan mewah Rolex buatan Swiss saat dirinya dilantik pada 20 Januari lalu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/1/2021), Biden diketahui memakai jam tangan Rolex seharga US$ 7 ribu (Rp 98,9 juta) saat pelantikannya. Rolex diketahui merupakan merek jam tangan mewah buatan Swiss.

Laporan ABC News menyebut Biden menandatangani perintah eksekutif 'Made in America' pada awal pekan ini, demi memenuhi janji kampanyenya dalam meningkatkan pengeluaran federal untuk perusahaan-perusahaan domestik AS.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (26/1/2021):

- Boeing 737 MAX Akan Terbang Lagi di Eropa, Keluarga Korban Marah

Eropa akan mencabut larangan terbang untuk pesawat Boeing 737 MAX pada pekan ini. Pencabutan larangan terbang dilakukan setelah dilakukan pengkajian pendapat para pakar industri penerbangan dan para whistleblower.

Hal ini memicu kemarahan keluarga korban dari dua kecelakaan maut Boeing 737 MAX yang menewaskan 346 orang. Keluarga korban yang ada di Prancis menyebut langkah ini terlalu dini.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (26/1/2021), Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) sepakat untuk mencabut larangan terbang yang diberlakukan selama 22 bulan terakhir pada Boeing 737 MAX yang bermasalah.

Lampu hijau yang diberikan EASA akan mengakhiri krisis keselamatan yang berlangsung selama dua tahun setelah kecelakaan Boeing 737 MAX di Indonesia dan Ethiopia yang dikaitkan dengan perangkat lunak (software) kokpit yang catat.

- Ada Ancaman, Ribuan Tentara Garda Nasional Terus Berjaga di Ibu Kota AS

Ribuan tentara Garda Nasional yang dikerahkan untuk pelantikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan terus ditempatkan di Washington, DC, ibu kota AS hingga pertengahan Maret. Seorang pejabat Departemen Pertahanan AS atau Pentagon menyebut tindakan itu dilakukan karena adanya ancaman yang masih terus berlangsung.

Dilansir dari AFP, Selasa (26/1/2021) para pejabat tidak memberikan informasi spesifik tentang ancaman yang dimaksud dan mengatakan informasi tersebut berasal dari Biro Investigasi Federal atau FBI.

Disebutkan bahwa otoritas AS masih khawatir atas kemungkinan kekerasan yang lebih besar setelah serangan ke gedung Kongres AS oleh para pendukung mantan presiden Donald Trump pada 6 Januari lalu. Kemungkinan kekerasan ini muncul menjelang sidang pemakzulan Trump yang akan dimulai 8 Februari mendatang.

- DPR AS Kirim Pasal Pemakzulan Trump ke Senat, Sidang Segera Digelar

Perwakilan House of Representatives (HOR) atau DPR Amerika Serikat (AS) telah secara resmi mengirimkan berkas pemakzulan mantan Presiden AS, Donald Trump, ke Senat pada Senin (25/1) waktu setempat. Hal ini berarti mengaktifkan proses sidang pemakzulan Trump.

Selanjutnya
Halaman
1 2