Cegah Insider Attack, FBI Periksa Garda Nasional Jelang Pelantikan Biden

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 13:24 WIB
Pasukan Garda Nasional memperketat penjagaan Gedung Capitol, Washington, Amerika Serikat. Penjagaan ini dilakukan menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS.
Ilustrasi -- Tentara Garda Nasional AS dikerahkan mengamankan pelantikan Joe Biden pada 20 Januari (AP Photo)
Washington DC -

Otoritas Amerika Serikat (AS) mengkhawatirkan adanya serangan orang dalam atau insider attack, juga ancaman dari tentara Garda Nasional yang ditugaskan mengamankan pelantikan Presiden terpilih AS, Joe Biden, pada 20 Januari nanti. Pemeriksaan internal pun dilakukan terhadap para anggota Garda Nasional itu.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (18/1/2021), Pentagon telah menyetujui pengerahan 25 ribu personel Garda Nasional AS ke Washington DC untuk mengamankan pelantikan Biden, pekan ini. Beberapa waktu terakhir, Biro Investigasi Federal (FBI) melakukan pemeriksaan mendalam terhadap mereka.

Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran keamanan yang luas biasa di Washington DC, usai penyerbuan dan kerusuhan di Gedung Capitol AS oleh para pendukung Presiden Donald Trump pada 6 Januari lalu.

Hal ini juga menggarisbawahi kekhawatiran bahwa beberapa personel yang ditugaskan melindungi ibu kota AS selama beberapa hari ke depan, bisa menjadi ancaman bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih AS, serta para tamu penting dalam pelantikan mendatang.

Sekretaris Angkatan Darat AS, Ryan McCarthy, menuturkan kepada Associated Press pada Minggu (17/1) waktu setempat bahwa pejabat setempat menyadari potensi ancaman tersebut, dan dia memperingatkan para komandan untuk waspada terhadap masalah apapun dalam jajaran mereka saat pelantikan semakin dekat.

Namun sejauh ini, tegas McCarthy, dirinya dan jajaran pemimpin militer AS belum melihat bukti kuat soal adanya ancaman, dan otoritas setempat menyatakan pemeriksaan mendalam menunjukkan tidak adanya masalah serius.

"Kami terus melalui proses, dan memeriksa untuk kedua, ketiga kalinya pada setiap individu yang ditugaskan untuk operasi ini," ucap McCarthy setelah dirinya dan pemimpin militer AS lainnya menyelesaikan latihan keamanan selama 3 jam yang melelahkan menjelang pelantikan.

Selanjutnya
Halaman
1 2