Rusia: Rusuh di Capitol Bukti Penurunan dan Pincangnya Demokrasi AS

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 18:23 WIB
Trump dan Putin
Foto: Presiden Donald Trump dan Vladimir Putin (AFP)
Moskow -

Pejabat-pejabat Rusia menyebut penyerbuan gedung Capitol Amerika Serikat oleh massa pendukung Presiden Donald Trump sebagai bukti penurunan kualitas Amerika Serikat. Rusia menilai demokrasi AS "pincang di kedua kaki".

Dilansir AFP, Kamis (7/1/2021) setelah kekacauan di Washington itu, banyak orang di Moskow mengatakan Amerika Serikat tidak lagi dalam posisi untuk mengajari negara lain tentang kebebasan dan demokrasi.

Di bawah spanduk bertuliskan "Badai Capitol" dan "Kekacauan di Washington", televisi pemerintah Rusia menayangkan gambar-gambar gerombolan pendukung Trump yang merobohkan barikade dan mengerumuni gedung Capitol. Saat itu pasukan keamanan menembakkan gas air mata.

"Pihak yang kalah memiliki lebih dari cukup alasan untuk menuduh pemenang atas pemalsuan - jelas bahwa demokrasi Amerika sedang tertatih-tatih," kata Konstantin Kosachyov, ketua komite urusan luar negeri majelis tinggi Rusia, dalam sebuah postingan di Facebook.

"Perayaan demokrasi telah berakhir. Sayangnya, itu telah mencapai titik terendah, dan saya mengatakan ini tanpa sedikit pun kesombongan," lanjutnya.

Dia menyebut bahwa AS tidak lagi memetakan arah demokrasi. AS dinilai tak lagi berhak mengajari negara lain tentang demokrasi.

"Amerika tidak lagi memetakan arah dan kehilangan hak untuk menetapkannya. Dan, terlebih lagi, memaksakannya pada orang lain," cetusnya.

Sementara itu, anggota parlemen pro-Kremlin juga turut mengomentari kerusuhan di Capitol AS itu.

"Amerika Serikat sekarang pasti tidak bisa memaksakan standar pemilihan di negara lain dan mengklaim sebagai 'mercusuar demokrasi' dunia," kata kepala urusan luar negeri di majelis rendah Rusia, Leonid Slutsky, kepada kantor berita Rusia.

Selanjutnya
Halaman
1 2