International Updates

Putin Akan Disuntik Vaksin Sputnik V, Singapura Vaksinasi Corona 30 Desember

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Des 2020 19:10 WIB
Russian President Vladimir Putin listens during a meeting in the Kremlin, in Moscow, Russia, Thursday, Nov. 19, 2020. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Vladimir Putin (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Jakarta -

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengumumkan dirinya akan menerima suntikan vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Rusia, Sputnik V. Otoritas Singapura akan memulai vaksinasi Corona di wilayahnya pada 30 Desember mendatang.

Putin sebelumnya menegaskan vaksin Sputnik V efektif dan aman melawan virus Corona. Dia juga menyatakan dirinya tidak melihat alasan untuk tidak divaksinasi Corona dan menyatakan dirinya menunggu hingga vaksin itu tersedia untuk kelompok usianya.

Sementara itu, otoritas Singapura memulai vaksinasi untuk warganya pada bulan ini juga. Vaksin Corona akan diberikan secara gratis untuk semua warga Singapura dan penduduk jangka panjang di negara tersebut, termasuk untuk para pemegang izin kerja jangka panjang.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (28/12/2020):

- Putin Umumkan Akan Disuntik Vaksin Corona Sputnik V

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengumumkan dirinya akan disuntik vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Rusia, Sputnik V. Putin menegaskan dirinya menunggu giliran hingga vaksin Corona tersedia untuk dirinya, sebelum memutuskan setuju divaksinasi.

Seperti dilansir Reuters, Senin (28/12/2020), pengumuman itu disampaikan melalui juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam pernyataan kepada televisi nasional Rusia, Rossiya 1 TV Channel, pada Minggu (27/12) waktu setempat.

"Dia (Putin-red) mengatakan akan divaksinasi, dia telah membuat keputusan ini dan menunggu hingga semua formalitas diselesaikan," sebut Peskov.

- Total Kasus Corona di AS Lampaui 19 Juta, Melonjak 1 Juta Kurang dari Sepekan

Amerika Serikat (AS) mencatat lebih dari 19 juta kasus virus Corona (COVID-19) pada Minggu (27/12) waktu setempat. Lonjakan 1 juta kasus Corona tercatat dalam waktu kurang dari sepekan di AS.

Seperti dilansir AFP, Senin (28/12/2020), data penghitungan terbaru Johns Hopkins University (JHU) yang menjadi acuan global, menunjukkan AS mencatat tambahan 165.151 kasus Corona dalam 24 jam terakhir.

Dengan tambahan itu, maka total 19.129.368 kasus Corona kini tercatat di wilayah AS.

Angka tersebut dicapai AS hanya dalam waktu 6 hari setelah negara itu melampaui total 18 juta kasus Corona.