Round-Up

Daftar Negara yang Lockdown Lagi Gegara Corona Mengganas

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 04:08 WIB
Oude Kerk, or Old Church, is reflected in the window of the PIC, Prostitution Information Center, as sex workers welcomed clients again in the Red Light District in Amsterdam, Netherlands, Wednesday, July 1, 2020. It wasnt quite business as usual as the capitals Red Light District emerged from coronavirus lockdown, but it was as close as it has been since the pandemic slammed the brakes on the worlds oldest profession. (AP Photo/Peter Dejong)
Foto: Lockdown di Belanda (AP/Peter Dejong)

3. Jerman

Pemerintah Jerman memutuskan untuk kembali memperketat lockdown mulai Rabu (16/12) besok hingga Januari. Lonjakan kasus COVID-19 beberapa pekan terakhir menjadi pertimbangan utama.

"Saya berharap cara yang lebih ringan. Tapi karena belanja Natal, jumlah kontak sosial sangat meningkat," kata kanselor Angela Merkel, dikutip dari Reuters, Senin (14/12/2020).

"Ada kebutuhan mendesak untuk melakukan sesuatu," tegasnya.

Hanya toko-toko tertentu seperti supermarket dan apotek yang diperbolehkan buka. Demikian juga bank, yang masih diizinkan buka hingga 16 Desember. Salon rambut, salon kecantikan, hingga studio tato diwajibkan tutup.

Sekolah juga ditutup, sedangkan perusahaan diminta untuk tutup atau mempekerjakan karyawan dari rumah (work from home). Penjualan kembang api dilarang pada malam tahun baru.

Selama 6 pekan terakhir, Jerman telah menerapkan lockdown parsial. Bar dan restoran tutup, tetapi toko-toko dan sekolah masih boleh buka. Beberapa wilayah sudah lebih dulu memperketat pembatasan karena jumlah infeksi Corona meningkat.

"Lockdown ringan memberikan dampak, tetapi tidak cukup," kata perdana menteri Bavaria, Markus Soeder.

"Situasi tidak terkendali," katanya.

4. Jepang

Dikutip dari Reuters, Jepang pertama kalinya mencatat 3 ribu kasus COVID-19 dalam satu hari. Catatan rekor yang terjadi pada Sabtu kemarin, menunjukkan peningkatan signifikan di musim dingin.

"Sebanyak 3.041 orang baru terinfeksi," kata media lokal Jepang NHK.

Peningkatan kasus COVID-19 di Jepang melanda saat musim dingin tiba terutama di bagian Hokkaido.

Pemerintah Tokyo berencana meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus Corona hingga ke level tertinggi. Lonjakan harian kasus Corona terjadi di panti jompo, sekolah, dan rumah sakit.

Sejumlah langkah yang dipertimbangkan termasuk membatasi jam operasional toko.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3