Corona Mengganas, Negara-negara Ini Kembali Berlakukan Lockdown

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 11:43 WIB
Tekan Laju Infeksi Corona, Jerman Akan Berlakukan 1 Bulan Lockdown Parsial
Foto: Ilustrasi Jerman saat memberlakukan lockdown Corona (DW News)
Jakarta -

Banyak negara masih terus berjuang untuk memerangi wabah Corona (COVID-19). Beberapa di antaranya bahkan kembali memberlakukan lockdown (penguncian) untuk mengendalikan penyebaran virus.

Lockdown diberlakukan untuk membatasi pergerakan warga yang bisa terpapar virus Corona. Maka dari itu, ada beberapa negara yang memberlakukan lockdown untuk mengantisipasi penambahan kasus saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dirangkum detikcom, Selasa (15/12/2020) berikut ini daftar negara yang kembali memberlakukan lockdown Corona:


1. Belanda

Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte mengatakan Belanda akan melakukan lockdown yang paling ketat di Natal dan Tahun Baru 2021. Rutte mengatakan pemerintah akan menutup sekolah dan toko non-esensial selam 5 minggu dimulai pada periode Natal.

"Belanda akan tutup selama 5 minggu," kata Rutte seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/12/2020).

"Kita tidak sedang berurusan dengan flu sederhana seperti yang dipikirkan orang-orang di belakang kami," katanya mengacu pada para pengunjuk rasa yang melakukan aksi protes saat Rutte menyampaikan pidatonya.

Orang-orang disarankan untuk tinggal di rumah dan hanya dapat menerima tamu maksimal dua orang sehari. Rutte mengatakan bahwa kebijakan itu akan berlaku hingga 19 Januari 2021.

Semua toko di Belanda kecuali gerai penting seperti supermarket, toko makanan dan apoteker harus tutup mulai Selasa (15/12), sedangkan sekolah tutup mulai Rabu (16/12) besok.

Museum, kebun binatang, bioskop, dan pusat kebugaran juga harus ditutup, kata Rutte.

Sebelumnya pada bulan Maret, Belanda telah melakukan lockdown, di mana sekolah-sekolah ditutup, tetapi toko-toko tetap buka.

2. Turki

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengumumkan lockdown 4 hari selama liburan Tahun Baru. Kebijakan ini diambil untuk mencegah lonjakan kasus infeksi virus Corona (COVID-19).

Dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/12/2020), Erdogan mengatakan lockdown akhir pekan nasional dan jam malam setiap hari yang diberlakukan bulan ini berhasil memperlambat penyebaran virus Corona. Virus Corona di negara berpenduduk 83 juta orang ini telah menewaskan 16.464 orang.

Kematian harian COVID-19 di Turki mencapai rekor tertinggi bulan ini, sebelum melandai dalam beberapa hari terakhir.

Erdogan mengatakan angka terbaru menunjukkan bahwa pembatasan Turki berhasil dan mengumumkan jam malam nasional dari pukul 21.00 pada 31 Desember hingga 5.00 pada 4 Januari 2021.

Dia mengatakan lockdown diperlukan "untuk mengkonsolidasikan hasil-hasil baik kita" dalam memerangi virus Corona.

Melacak angka infeksi Corona di Turki memang rumit lantaran selama lima bulan terakhir, para pejabat hanya melaporkan jumlah kasus COVID-19 yang bergejala.

Kemudian tanpa penjelasan, para pejabat beralih kembali untuk melaporkan jumlah total infeksi dan menambahkan semua kasus yang sebelumnya tidak dilaporkan pada 10 Desember.

Turki melaporkan 29.617 kasus baru infeksi Corona pada Senin (14/12), angka ini menunjukkan salah satu peningkatan kasus harian tertinggi di Eropa.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3