International Updates

Pria Bangladesh Pembunuh WNI Divonis Mati, Singapura Gratiskan Vaksin Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 14 Des 2020 18:28 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Seorang pria Bangladesh divonis mati oleh pengadilan Singapura karena membunuh kekasihnya yang seorang wanita asal Indonesia (WNI). Otoritas Singapura mengumumkan akan menggratiskan vaksin virus Corona (COVID-19) untuk seluruh warganya.

Diungkapkan dalam persidangan bahwa pria Bangladesh itu membunuh korban secara keji, yakni dengan mencekik korban menggunakan sebuah handuk lalu melilitkan tali di leher korban. Setelah membunuh korban, dia mencuri barang-barang berharga milik korban dan meninggalkan jasad korban di kamar hotel.

Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, mengumumkan bahwa vaksin Corona akan diberikan secara gratis untuk seluruh warga Singapura dan penduduk jangka panjang yang saat ini tinggal di negara tersebut. Pemberian vaksin juga akan dilakukan secara sukarela.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (14/12/2020):

- AS Targetkan Vaksinasi Corona 100 Juta Orang hingga Akhir Maret 2021

Otoritas Amerika Serikat (AS) segera mendistribusikan vaksin virus Corona (COVID-19) kepada warganya. AS mengharapkan untuk memvaksinasi 100 juta orang dengan vaksin Corona hingga akhir Maret tahun depan.

Seperti dilansir Reuters, Senin (14/12/2020), hal itu diungkapkan ketua penasihat program vaksin Corona AS, Dr Moncef Slaoui, dalam wawancara dengan media AS, Fox News. Vaksin Corona pertama telah mendapat izin penggunaan oleh regulator AS pada Jumat (11/12) malam dan mulai didistribusikan pada Minggu (13/12) waktu setempat.

"Kita akan mengimunisasi 100 juta orang pada kuartal pertama tahun 2021," cetus Slaoui yang menjabat Ketua Penasihat Operation Warp Speed kepada Fox News pada Minggu (13/12) waktu setempat.

- Lepas Tembakan di Luar Gereja, Pria Bersenjata Ditembak Mati Polisi AS

Seorang pria bersenjata ditembak mati polisi Amerika Serikat (AS) setelah dia melepas tembakan di dekat kerumunan orang yang menghadiri konser Natal di luar sebuah gereja di New York. Tidak ada korban luka dalam penembakan ini.

Seperti dilansir AFP, Senin (14/12/2020), Komisioner Departemen Kepolisian New York, Dermot Shea, menyatakan penembakan terjadi di anak tangga di luar Katedral St John the Divine di kawasan Manhattan, New York, pada Minggu (13/12) waktu setempat.

Shea menyebut tiga polisi yang ada di lokasi menghadapi pria bersenjata itu dan melepaskan total 15 tembakan ke arahnya. Tembakan polisi itu menewaskannya.

"Tersangka terkena sedikitnya satu tembakan di bagian kepala dan meninggal," tutur Shea dalam pernyataan kepada wartawan setempat.

Selanjutnya
Halaman
1 2