Kim Jong-Un dan Keluarga Telah Diberi Vaksin Corona Buatan China

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 09:21 WIB
FILE - In this Nov. 15, 2020, file photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un attends a meeting of the ruling Workers Party Politburo in Pyongyang, North Korea. Kim ordered at least two people executed, banned fishing at sea and locked down capital Pyongyang as part of frantic efforts to guard against the coronavirus and its economic damage, South Korea’s spy agency told lawmakers Friday, Nov. 27, 2020.(Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Kim Jong-Un (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Pyongyang -

Laporan analis Amerika Serikat (AS) menyebut otoritas China telah memberikan vaksin virus Corona (COVID-19) eksperimental kepada pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un. Keluarga Kim Jong-Un juga dilaporkan ikut mendapatkan vaksin Corona dari China.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (1/12/2020), informasi tersebut diungkapkan oleh Harry Kazianis, yang merupakan seorang pakar Korut pada forum diskusi think tank, Pusat Kepentingan Nasional, di Washington, AS. Kazianis menyatakan informasi itu didapat dari dua sumber intelijen Jepang.

Disebutkan Kazianis bahwa Kim Jong-Un dan keluarganya, beserta sejumlah pejabat senior Korut telah divaksin Corona. Kazianis menyatakan dua sumber intelijen itu tidak menyebut lebih lanjut vaksin dari perusahaan mana yang diberikan kepada Kim Jong-Un dan apakah vaksin itu terbukti telah aman.

"Kim Jong-Un dan beberapa pejabat tinggi lainnya dari kalangan keluarga Kim dan jaringan kepemimpinan telah divaksin untuk virus Corona dalam dua hingga tiga pekan terakhir, berkat kandidat vaksin yang disuplai oleh pemerintah China," sebut Kazianis dalam artikelnya untuk outlet berita online 19FortyFive.

Dengan mengutip ilmuwan medis AS, Peter J Hotez, Kazianis menyebutkan setidaknya ada tiga perusahaan China yang sedang mengembangkan vaksin Corona, termasuk Sinovac Biotech Ltd, CanSinoBio dan Sinopharm Group.

Pihak Sinophram menyatakan bahwa kandidat vaksinnya telah digunakan oleh nyaris 1 juta orang di China, meskipun perusahaan itu belum secara terbuka meluncurkan uji klinis fase 3 untuk obat COVID-19 eksperimental mereka.

Sejauh ini, Korut belum mengonfirmasi satu pun kasus Corona di wilayahnya. Namun Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) menyatakan bahwa wabah Corona tidak bisa dikesampingkan di Korut karena negara itu memiliki hubungan dagang dan pertukaran orang-ke-orang dengan China -- lokasi awal terdeteksinya virus Corona -- sebelum menutup perbatasan pada akhir Januari lalu.

(nvc/ita)