Turki Perketat Langkah Pencegahan COVID-19, Berlakukan Jam Malam di Akhir Pekan

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 05:19 WIB
President of Turkey Recep Tayyip Erdogan welcomes Turkish-Cypriot leader during an official ceremony in Ankara, on October 26, 2020. - Newly elected Turkish Cypriot leader makes his first official visit in Ankara on October 26, 2020. (Photo by Adem ALTAN / AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP/ADEM ALTAN)
Turki -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan langkah-langkah yang lebih ketat untuk mengekang penyebaran virus Corona di Turki. Hal ini menyusul jumlah kasus positif Corona baru melebihi pada hari Senin yang melebihi 30.000.

Turki telah memberlakukan penguncian sebagian akhir pekan bulan ini, tetapi lonjakan jumlah kasus virus baru-baru ini memaksa pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih kuat.

Di bawah pembatasan baru mulai Selasa, jam malam akan diberlakukan pada hari kerja mulai pukul 21:00 sampai 5:00 pagi

Selama akhir pekan, penguncian akan berlangsung dari pukul 21:00 Jumat hingga 05:00 pada hari Senin, kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi setelah pertemuan kabinet mingguan.

Turki mendaftarkan 31.219 kasus baru pada hari Senin - tertinggi sejauh ini - dan jumlah total mencapai 638.857. Jumlah kematian terkait virus melonjak menjadi 13.746 termasuk 188 kematian baru pada hari Senin.

Erdogan mengatakan "lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang terlihat di seluruh dunia" dalam jumlah kasus Covid-19 "sayangnya berdampak di negara kita".

"Tidak ada solusi selain mengurangi mobilitas masyarakat sebanyak mungkin," tambahnya.

Pemerintah mendesak warga untuk secara ketat mengikuti langkah-langkah tersebut.

"Ini bukan pilihan pribadi, tapi kebutuhan," kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca pekan lalu.

(eva/eva)