Round-Up

Saat China Bersenang Hati Bila Trump Pimpin AS Lagi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 22:05 WIB
Presiden Amerika Serikat sekaligus petahana Donald Trump berupaya keras mendongkrak pendukungnya dua minggu sebelum hari pemilihan. Trump kembali menyerang Joe Biden di hadapan pendukungnya yang berkerumun mesti di tengah pandemi, juga media CNN.
Foto: Presiden AS Donald Trump (20detik)
Washington DC -

China dinilai akan senang jika Presiden AS Donald Trump terpilih kembali. Sebab, kepemimpinan Trump disebut bisa menguntungkan China.

Dilansir AFP, Rabu (21/10/2020) di bawah panji slogan 'America First', Trump telah menggambarkan China sebagai ancaman terbesar bagi Amerika Serikat dan demokrasi global.

Dia telah melancarkan perang perdagangan besar-besaran yang telah merugikan China miliaran dolar, menghina perusahaan teknologi China dan menyalahkan China atas pandemi Corona.

Tetapi kemenangan Trump pada pemilihan presiden AS pada bulan November mendatang dinilai menguntungkan China karena Presiden Xi Jinping berusaha untuk memperkuat kebangkitan negaranya sebagai negara adidaya global.

Kepemimpinan China dapat diberikan "kesempatan untuk meningkatkan posisi globalnya sebagai juara globalisasi, multilateralisme, dan kerja sama internasional," kata Zhu Zhiqun, profesor hubungan politik dan internasional, Universitas Bucknell.

Trump telah menarik AS dari kesepakatan komersial Asia-Pasifik yang luas dan perjanjian iklim, memberlakukan tarif miliaran dolar untuk barang-barang China, dan menarik AS dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat puncak pandemi global.

Di saat AS mundur, Xi dinilai telah melangkah maju. Dia telah mempresentasikan negaranya sebagai juara perdagangan bebas dan pemimpin dalam perang melawan perubahan iklim, serta berjanji untuk membagikan vaksin COVID-19 yang potensial ke negara-negara miskin.

"Masa jabatan Trump kedua bisa memberi China lebih banyak waktu untuk bangkit sebagai kekuatan besar di panggung dunia," kata Zhu.

Sementara itu, Philippe Le Corre, seorang ahli China di Harvard Kennedy School di Amerika Serikat, setuju perpanjangan kebijakan 'America First' Trump akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi Beijing.

"(Itu) sebagian memotong Washington dari sekutu tradisionalnya," tambahnya. Dia menilai itu memberi China ruang untuk manuver.

Kaum nasionalis China secara terbuka bersorak, atau mencemooh, untuk Trump.

Selanjutnya
Halaman
1 2