Diingatkan China Jangan Terima Aktivis Hong Kong, Begini Reaksi PM Kanada

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 10:40 WIB
Canada Prime Minister Justin Trudeau responds to questions during a news conference at the National Press building in Ottawa, Thursday Jan. 9, 2020.  U.S. and Canadian officials say it is “highly likely” that an Iranian anti-aircraft missile downed a Ukrainian jetliner late Tuesday, killing all 176 people on board.  Trudeau, whose country lost at least 63 citizens in the crash, said evidence indicates the plane was struck by a surface-to-air missile. (Adrian Wyld/The Canadian Press via AP)
Foto: Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau (Adrian Wyld/The Canadian Press via AP)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus membela hak asasi manusia di dunia, termasuk di China. Hal ini disampaikan setelah seorang diplomat top China memperingatkan Ottawa agar tidak menyambut para aktivis pro-demokrasi Hong Kong.

Duta Besar China untuk Ottawa, Cong Peiwu, pada Kamis (15/10) memperingatkan Kanada agar tidak memberikan suaka kepada para aktivis Hong Kong, yang menurutnya dapat berdampak pada "kesehatan dan keamanan" sekitar 300.000 warga Kanada yang tinggal di wilayah Hong Kong.

Harian Kanada, The Globe and Mail melaporkan bahwa pemerintah Kanada baru-baru ini memberikan suaka kepada pasangan Hong Kong, yang tidak dikonfirmasi atau disangkal oleh pemerintah Kanada.

"Kita akan berdiri dengan keras dan jelas untuk hak asasi manusia, di seluruh dunia, apakah itu berbicara tentang situasi yang dihadapi oleh Uighur, apakah itu berbicara tentang situasi yang sangat memprihatinkan di Hong Kong, apakah itu menyerukan China atas diplomasi paksaannya," kata Trudeau saat ditanya tentang komentar Dubes China tersebut.

Sebagai tanda meningkatnya ketegangan antara kedua negara, Menteri Luar Negeri Kanada Francois-Philippe Champagne sebelumnya mengecam pernyataan Dubes China itu sebagai "sama sekali tidak dapat diterima dan mengganggu".

Sementara itu, pemimpin baru oposisi konservatif, Erin O'Toole, meminta diplomat China itu "untuk sepenuhnya mencabut ucapannya dan mengeluarkan permintaan maaf publik."

Lihat juga video 'Joshua Wong Ngotot Maju ke Pemilihan Legislatif Hong Kong':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2