Puluhan Negara Serukan China Hormati HAM Warga Uighur

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 10:13 WIB
Sebuah lembaga think tank Australia melaporkan bahwa otoritas China telah menghancurkan ribuan masjid di Xinjiang dalam beberapa tahun ini.
wilayah Xinjiang, China yang banyak dihuni warga Uighur (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Amerika Serikat, Jepang, dan banyak negara Uni Eropa bersama-sama menyerukan China untuk menghormati hak asasi manusia (HAM) minoritas Uighur, dan juga mengungkapkan keprihatinan tentang situasi di Hong Kong.

"Kami menyerukan kepada China untuk menghormati hak asasi manusia, terutama hak orang-orang yang termasuk dalam agama dan etnis minoritas, terutama di Xinjiang dan Tibet," kata Duta Besar Jerman untuk PBB, Christoph Heusgen, yang memimpin inisiatif dalam pertemuan tentang hak asasi manusia.

Puluhan negara menandatangani seruan bersama tersebut yang dikeluarkan pada Selasa (6/10) waktu setempat. Di antara 39 negara penandatangan adalah Amerika Serikat, sebagian besar negara anggota Uni Eropa termasuk Albania dan Bosnia, serta Kanada, Haiti, Honduras, Jepang, Australia dan Selandia Baru.

"Kami sangat prihatin tentang situasi hak asasi manusia di Xinjiang dan perkembangan terkini di Hong Kong," demikian bunyi deklarasi bersama tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/10/2020).

"Kami menyerukan kepada China untuk mengizinkan akses langsung, bermakna dan tanpa batas ke Xinjiang bagi pengamat independen termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia," tambahnya.

Segera setelah deklarasi itu, utusan untuk Pakistan berdiri dan membacakan pernyataan yang ditandatangani oleh 55 negara, termasuk China, yang mengecam segala penggunaan situasi di Hong Kong sebagai alasan untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri China.

Selanjutnya
Halaman
1 2