Kata Warga AS Soal Debat Pertama Trump-Biden yang Kacau

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 17:18 WIB
Moderator Chris Wallace of Fox News listens as President Donald Trump and Democratic candidate former Vice President Joe Biden participate in the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Patrick Semansky)
Debat capres pertama antara Donald Trump dan Joe Biden (AP/Patrick Semansky)
Washington DC -

Debat calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) pertama antara Presiden Donald Trump dan penantangnya, Joe Biden, dari Partai Demokrat membuat warga AS memberikan reaksi beragam. Ada yang menyebutnya 'menyedihkan' hingga ada yang menyebutnya seperti 'anak-anak di halaman sekolah'.

"Saya sedih. Itu menyedihkan dan sangat menyedihkan," sebut seorang warga Las Vegas, Rickey Hampton (54), seperti dilansir Associated Press, Kamis (1/10/2020).

Wawancara dengan para pemilih di negara bagian yang menjadi kunci perebutan suara dalam pemilihan presiden (pilpres) nanti, menunjukkan bahwa warga yang menonton debat capres pada 29 September itu merasa muak. Kebanyakan menyebut Trump sebagai penghasut, yang terus menginterupsi Biden dan melanggar aturan yang telah ditetapkan dalam debat yang seharusnya membahas kebijakan.

Tidak ada yang menyatakan bahwa debat itu membuat mereka berubah pikiran soal capres yang akan mereka pilih dalam pilpres 3 November nantinya. Sebaliknya, para pemilih untuk kedua capres justru menegaskan bahwa debat itu malah semakin memperkuat keputusan mereka.

Hampton menilai bahwa kesopanan Trump dalam debat pertama 'sama sekali tidak bersifat kepresidenan' dan dia hanya bicara untuk basis pendukungnya, bukan seluruh rakyat Amerika.

Keenggannya Trump mengecam supremasi kulit putih semakin memperkuat keputusan Hampton sebagai warga kulit hitam. Dia bahkan tercetus untuk mendorong teman dan keluarganya yang kulit hitam untuk menggunakan hak suaranya dalam pilpres nanti -- hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.

Di Wisconsin, Donald Darwin (52) menangkap pesan berbeda dari Trump. Darwin yang warga kulit putih ini menilai Trump sudah dengan pantas mengecam supremasi kulit putih seperti diminta oleh moderator Chris Wallace dari Fox News.

"Trump mengatakan dengan tepat apa yang diminta oleh Wallace untuk dia katakan. Dia menyuruh mereka mundur," ucap Darwin. Dia mengakui bahwa jalannya debat tampak tidak terkendali, namun dia tidak menyalahkan Trump dan malah memujinya sebagai 'pejuang'.

Selanjutnya
Halaman
1 2