Biden Sebut Penampilan Trump dalam Debat Capres 'Aib Nasional'

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 09:38 WIB
President Donald Trump and Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden exchange points during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Morry Gash, Pool)
Momen saat debat capres AS pertama antara Donald Trump dan Joe Biden (AP/Morry Gash)
Ohio -

Calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden, menyebut penampilan Presiden Donald Trump dalam debat capres perdana sebagai 'aib nasional'. Komentar ini dilontarkan setelah Trump tidak membahas kekhawatiran rakyat AS dan enggan mengecam kelompok supremasi kulit putih dengan tegas.

"Mungkin saya tidak boleh mengatakan ini, tetapi Presiden Amerika Serikat bersikap seperti itu (saat debat capres) -- saya pikir itu menjadi aib nasional," ucap Biden seperti dilansir AFP, Kamis (1/10/2020).

Komentar ini disampaikan Biden saat dirinya mengunjungi Alliance, Ohio, sebagai bagian dari rangkaian tur ke negara bagian Ohio yang merupakan swing state dan Pennsylvania yang menjadi wilayah perebutan suara saat pilpres nanti.

Diketahui bahwa Biden dan Trump terlibat perang kata-kata yang sengit dalam debat capres perdana di Cleveland, Ohio, pada Selasa (29/9) malam waktu AS. Kedua capres saling melancarkan serangan personal, namun Trump secara luas dianggap lebih banyak mengganggu Biden sepanjang debat, hingga Biden akhirnya meminta Trump untuk 'diam'.

Selama debat capres perdana, Trump menolak untuk mengecam secara tegas kelompok supremasi kulit putih dan malah memberikan sapaan kepada salah satu dari kelompok itu. Di depan publik AS yang menonton debat, Trump menyatakan 'stand back and stand by' kepada kelompok milisi sayap kanan bernama Proud Boys.

Biden kembali mengecam pernyataan Trump dalam debat capres dan dia memberikan kecaman tegas terhadap kelompok yang sama dan kelompok supremasi kulit putih lainnya.

"Pesan saya untuk Proud Boys dan setiap kelompok supremasi kulit putih lainnya adalah: berhenti dan akhiri," tegasnya. "Itu bukanlah kita. Ini bukan kita sebagai warga Amerika," imbuh Biden.