PBB: 700 Ribu Orang Terkena Dampak Banjir Sudan Selatan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 02:41 WIB
A Sudanese man stands in flood water, after torrential rain lead to landslides and flash floods, in the town of Umm Dawan Ban, southeast of the capital Khartoum on August 2, 2020. (Photo by ASHRAF SHAZLY / AFP)
Banjir di Sudan Selatan (Foto: AFP/ASHRAF SHAZLY)
Jenewa -

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut sekitar 700.000 orang terkena dampak banjir parah selama berbulan-bulan di Sudan Selatan. Banjir tahun ini diketahui adalah banjir terparah selama 60 tahun terakhir di negeri tersebut.

"Situasi kemanusiaan semakin memburuk," kata Direktur Program Pangan Dunia, Matthew Hollingworth di Sudan Selatan, dalam pertemuan virtual di Jenewa seperti dilansir, AFP, Rabu (30/9/2020).

"Sekitar 700.000 orang berada dalam kesulitan karena banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya, banjir yang melanda seluruh negeri, menenggelamkan seluruh desa, rumah lahan pertanian, ternak dan mata pencaharian," sambugnya.

Dari total 700 ribu warga yang terdampak itu, 230.000 berada di Jonglei, di mana menjadi negara bagian yang paling parah terdampak banjir ini serta mengalami banjir lebih dari satu kali sepanjang tahun ini. Sekitar 85.000 telah mengungsi.

"Yang menjadi perhatian serius adalah hujan deras yang kami saksikan ini dimulai sebelum air banjir tahun lalu benar-benar surut," kata Hollingworth.

"Sekarang tahun 2020 banjir kemungkinan akan lebih parah, yang terburuk dalam 60 tahun dan kami belum berada di puncak musim banjir tahunan," lanjutnya.

Di Jonglei, lebih dari 1,4 juta orang menderita kelaparan akut dan parah.

Program pangan dunia PBB bertujuan untuk mendukung 700.000 orang yang terkena dampak banjir dan membutuhkan sekitar USD 58 juta untuk 6 bulan mendatang untuk memberikan bantuan makanan darurat yang menyelamatkan jiwa untuk mengurangi kelaparan dan kekurangan gizi.

Dia juga mengatakan akan bekerja untuk mengurangi risiko bencana banjir di masa depan dengan membangun tanggul.

Sudan Selatan diketahui sedang berjuang untuk mengatasi dampak perang saudara selama enam tahun terakhir. Sekitar 380.000 orang tewas dalam perang ini dan melumpuhkan produksi minyak mentah, yang menyumbang 90 persen pendapatan negara.

Laporan sebelumnya dari kantor kemanusiaan PBB OCHA mengatakan bahwa 7,5 juta orang di seluruh Sudan Selatan membutuhkan bantuan kemanusiaan, di mana 6,5 juta di antaranya kelaparan.

Sebelumnya, berdasarkan data PBB pada 24 September, hampir 166.000 tempat tinggal hancur atau rusak akibat banjir yang melanda negara Afrika timur laut itu sejak pertengahan Juli.

Lebih dari setengah dari mereka yang terkena dampak banjir berada di lima dari 18 negara bagian Sudan - Darfur Utara, Khartoum, Nil Biru, Darfur Barat dan Sennar - kata badan PBB itu dalam sebuah laporan.

Hujan deras biasanya turun di Sudan dari Juni hingga Oktober dan negara itu menghadapi banjir parah setiap tahunnya.

(lir/lir)