Pemberontak Houthi Bebaskan 15 Tentara Arab Saudi yang Ditahan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 15:29 WIB
FILE - In this Sept. 21, 2019, file photo, Shiite Houthi tribesmen hold their weapons as they chant slogans during a tribal gathering showing support for the Houthi movement, in Sanaa, Yemen. The United Nations Human Rights Office of the High Commissioner replaced its chief in Yemen, Elobaid Ahmed Elobaid, nearly nine months after the Houthis who control northern Yemen denied him entry, documents dated Tuesday, June 9, 2020 obtained by The Associated Press show. (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Ilustrasi -- Pemberontak Houthi di Yaman (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Riyadh -

Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan bahwa 15 tahanan Saudi akan dibebaskan oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Pembebasan ini menjadi bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung koalisi Saudi.

Seperti dilaporkan televisi lokal Saudi, Al Akhbariya TV dan dilansir Xinhua News Agency, Senin (28/9/2020), kedua pihak yang berkonflik di Yaman ini menyepakati pada Minggu (27/9) waktu setempat untuk membebaskan 1.081 tahanan dan narapidana pada tahap awal perundingan di Swiss.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki Al Maliki, menuturkan dalam konferensi pers di Riyadh bahwa pemerintah Yaman akan membebaskan 681 tahanan dan kelompok Houthi akan membebaskan 400 tahanan lainnya.

Lebih lanjut, Al Maliki menyatakan bahwa prioritas utama koalisi pimpinan Saudi adalah membebaskan para tahanan secepat mungkin. Dia membeberkan bahwa dari 400 tahanan yang akan dibebaskan Houthi, terdapat 15 tentara Saudi dan empat warga Sudan di antaranya.

Disebutkan juga oleh Al Maliki bahwa operasi pertukaran tahanan di Yaman ini akan dilakukan di bawah pengawasan Komisi Palang Merah Internasional.

Koalisi pimpinan Saudi meluncurkan operasi militer dalam konflik Yaman sejak tahun 2015 untuk mendukung Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi.

(nvc/ita)