Lebih dari 200 Staf PBB di Suriah Terinfeksi Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 13:52 WIB
A member of the Syrian civil defence, known as the White Helmets, disinfects a former school building currently inhabited by displaced families in the rebel-held town of Binnish in Syrias northwestern Idlib province, on March 26, 2020, as part of the efforts to prevent the spread of the coronavirus epidemic. (Photo by Muhammad HAJ KADOUR / AFP)
Ilustrasi -- Petugas dari otoritas pertahanan sipil Suriah (White Helmets) menyemprotkan disinfektan ke sebuah gedung bekas sekolah di Idlib, Suriah, untuk mencegah penyebaran virus Corona (AFP/MUHAMMAD HAJ KADOUR)
Damaskus -

Lebih dari 200 staf Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang ada di Suriah dilaporkan terinfeksi virus Corona (COVID-19). Hal ini dilaporkan saat PBB meningkatkan rencana darurat untuk memerangi penyebaran Corona dengan cepat di Suriah.

Seperti dilansir Reuters, Senin (7/9/2020), Koordinator Residen dan Koordinator Kemanusiaan PBB di Suriah, Imran Riza, dalam suratnya menuturkan bahwa PBB dalam tahap akhir mengamankan fasilitas medis untuk perawatan kasus-kasus Corona. Surat itu ditujukan kepada kepala badan-badan PBB dan didistribusikan kepada para staf.

"Lebih dari 200 kasus telah dilaporkan di kalangan anggota staf PBB, dengan beberapa orang di antaranya telah dirawat di rumah sakit dan tiga orang lainnya dievakuasi secara medis," tutur Riza dalam suratnya. Reuters mendapatkan bocoran surat ini dari seorang staf lokal PBB yang terinfeksi Corona.

Para pekerja kemanusiaan dan tenaga medis menyebut bahwa jumlah kasus sebenarnya jauh lebih tinggi, termasuk ratusan staf yang dipekerjakan oleh mitra-mitra LSM yang bekerja untuk puluhan badan PBB yang mengawasi operasi bantuan kemanusiaan terbesar di Suriah.

Lebih lanjut, Riza menyebut ada lonjakan 10 kali lipat untuk total kasus Corona di Suriah dalam dua bulan terakhir sejak dia memberikan penjelasan kepada para staf. Dia merujuk pada data Kementerian Kesehatan setempat yang menyebut total ada 3.171 kasus Corona, dengan 134 kematian sejak kasus pertama dilaporkan pada 23 Maret lalu.

"Situasi epidemiologi di seluruh negara ini telah banyak berubah," sebut Riza.

Simak video 'Update Global: 27 Juta Kasus Positif Covid-19 di Seluruh Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2