International Updates

WHO: Banyak Negara Salah Arah Lawan Corona, Sidang Parlemen Malaysia Ribut

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 17:54 WIB
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang.
Foto: NIAID

Kasthuri merupakan anggota koalisi Pakatan Harapan dan Abdul Azeez merupakan anggota koalisi Barisan Nasional yang kini bergabung dengan koalisi Perikatan Nasional.

- WHO: Banyak Negara Salah Arah dalam Tangani Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa begitu banyak negara yang mengambil 'arah yang salah' dalam menghadapi pandemi virus Corona (COVID-19). WHO menyatakan bahwa situasi pandemi global akan semakin memburuk jika negara-negara gagal mematuhi langkah pencegahan yang ketat.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (14/7/2020), setelah mencatat rekor 230 ribu kasus Corona dalam sehari, WHO menyebut pandemi global hanya akan memburuk sampai orang-orang sungguh mematuhi langkah dasar seperti jaga jarak fisik, rutin mencuci tangan, memakai masker dan tetap tinggal di rumah jika jatuh sakit.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan bahwa beberapa negara yang mulai melonggarkan lockdown sekarang menyaksikan kenaikan kasus Corona karena mereka tidak mematuhi metode-metode terbukti untuk mengurangi risiko penularan.

- Tak Tahan Dikarantina, Presiden Brasil Akan Kembali Jalani Tes Corona

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, telah dikarantina nyaris sepekan terakhir setelah dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Bolsonaro mengumumkan rencananya untuk kembali menjalani tes Corona karena dia 'tidak tahan' dikarantina.

Seperti dilansir AFP, Selasa (14/7/2020), tes Corona itu dijadwalkan dijalani Bolsonaro pada Selasa (14/7) waktu setempat. Bolsonaro menuturkan bahwa hasilnya seharusnya bisa diketahui beberapa jam setelahnya.

"Hasilnya seharusnya keluar dalam beberapa jam, dan saya akan menunggu dengan cemas karena saya tidak tahan rutinitas tetap tinggal di dalam rumah. Ini mengerikan," ucap Bolsonaro dalam wawancara telepon dengan CNN Brazil, dari kediaman resminya di Alvorada Palace, Brasilia.

- Rusia Sesalkan Keputusan Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid

Rusia menyesalkan keputusan Turki yang mengubah bangunan ikonik, Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid. Kekecewaan sebelumnya juga telah disampaikan gereja Ortodoks Rusia.

Seperti dilansir dari AFP, Senin (13/6/2020), pengadilan tinggi Turki memutuskan pada hari Jumat (10/7) waktu setempat, bahwa konversi Hagia Sophia menjadi museum pada 1934 adalah melanggar hukum. Keputusan itu membatalkan keputusan kabinet Turki tahun 1934 dan memutuskan bahwa situs Warisan Dunia itu harus dibuka kembali untuk ibadah muslim.

Sontak, keputusan pengadilan tersebut memicu kemarahan global. Gereja Ortodoks Rusia sudah menyatakan kecewa atas keputusan itu.

Sementara itu, dalam situs Kementerian Luar Negeri Rusia, juru bicara Maria Zakharova mengatakan Moskow "mencatat dengan menyesalkan" keputusan Turki mengenai situs Warisan Dunia UNESCO itu.

Halaman

(ita/ita)