detikNews
2019/05/08 19:33:12 WIB

Round-Up

Ribut-ribut Soal Uighur di Sidang PBB

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ribut-ribut Soal Uighur di Sidang PBB Foto ilustrasi: Masyarakat Uighur (BBC World)
New York - Pembahasan mengenai nasib etnis Uighur di China membuat ramai seisi ruang sidang. Diplomat Amerika Serikat (AS) dan diplomat China saling bertarung mempertahankan argumen.

Sidang digelar di Markas PBB, New York, AS, sebagaimana dilansif AFP pada Rabu (8/5/2019). Mereka membahas hak-hak warga pribumi di Kawasan Otonom Xinjiang.

Diplomat AS untuk PBB, Courtney Nemoff, menyebut perlakuan otoritas China terhadap Uighur seharusnya menjadi salah satu faktor dalam menentukan keanggotaan dalam forum PBB. Semua negara anggota PBB punya tugas melindung orang pribumi di seluruh dunia, China-pun juga harus demikian.



"Amerika Serikat khawatir bahwa lebih dari 1 juta warga Uighur, etnis Kazakh, Kyrgyz dan minoritas muslim lainnya telah mengalami penahanan sewenang-wenang, kerja paksa, penyiksaan dan kematian di kamp-kamp di Xinjiang, China," sebut Nemoff dalam pernyataannya.

Seorang diplomat China langsung menyerukan penolakan keras terhadap pernyataan Nemoff tersebut. Dia menyebut ujaran diplomat AS d atas sebagai sampah belaka. Ujaran diplomat AS dilihatnya berdasar pada 'ketidaksenangan'.



"Perwakilan AS menyampaikan tuduhan tidak beralasan terhadap China dan memfitnah China," tegas diplomat China tersebut.

Kepala Kongres Uighur Dunia, Dolkun Isa, dihadirkan AS. Menurut China, Dolkum Isa memang didukung AS untuk menyerang China, sehingga selalu punya pemikiran yang mendukung pandangan Negeri Paman Sam. China menyebut Isa telah ditetapkan sebagai seorang 'teroris' oleh pemerintahnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com