Seperti dilansir media lokal Inggris, The Telegraph dan The Sun, Jumat (24/3/2017), Masood (52) yang seorang mualaf ini, mulai bekerja di Yanbu, Arab Saudi, tahun 2005. Informasi itu didasarkan pada salinan riwayat hidup Masood yang didapatkan The Sun.
Tidak diketahui pasti posisi Masood saat bekerja di Yanbu. Namun selain di Yanbu, Masood dilaporkan pernah bekerja sebagai tenaga pengajar bahasa Inggris untuk para pekerja di General Authority of Civil Aviation (GACA) di Jeddah. GACA merupakan institusi nasional di Saudi yang mengurusi sektor penerbangan dan hal-hal terkait itu.
Baca juga: Pelaku Teror London Pernah Menikam 2 Pria, Keluar Masuk Penjara
Dalam riwayat hidupnya, Masood mendeskripsikan dirinya sebagai warga Inggris yang ramah dan mudah bergaul, juga seorang pendengar yang baik.
Dokumen riwayat hidup itu menyebutkan Masood memiliki gelar sarjana ekonomi. Dia disebutkan memulai kariernya sebagai sales dan kemudian dipromosikan menjadi manajer pada Aaron Chemicals di Bodiam, East Sussex. Aaron Chemicals merupakan perusahaan perlengkapan kebersihan yang memberikan suplai pada restoran, hotel dan rumah sakit di Inggris.
Tahun 2004, Masood menikah dengan seorang wanita muslim bernama Farzana Malik. Pada tahun yang sama, menurut riwayat hidupnya, Masood mendapatkan sertifikat TESOL (Teachers of English to Speakers of Other Languages) yang mengizinkannya mengajar bahasa Inggris untuk orang asing.
Baca juga: Pelaku Teror London Dijuluki 'Vampir' oleh Warga Birmingham
Pada musim semi tahun 2009, Masood dilaporkan kembali ke Inggris. Berselang lima bulan, Masood bergabung dengan TEFL college di Luton dan bekerja sebagai 'guru senior bahasa Inggris'.
Media Inggris lainnya, BBC, melaporkan Masood mengaku sebagai seorang guru saat menyewa mobil ke sebuah perusahaan rental di Birmingham. Mobil yang disewanya itu, digunakan untuk menabrak para pejalan kaki di Jembatan Westminster pada Rabu (22/3) sore waktu setempat.
Secara terpisah, juru bicara Kementerian Pendidikan Inggris menyatakan Masood bukan seorang guru berijazah dan tidak pernah mengajar di sekolah negeri manapun di wilayah Inggris.
Baca juga: Kata Tetangga Soal Pelaku Teror London: Baik dan Murah Senyum
Sebelum bekerja di Saudi, Masood terjerat berbagai tindak pidana selama kurun waktu 20 tahun, yang membuatnya hidup berpindah-pindah di Inggris. Masood pertama kali mendapat hukuman penjara pada November 1983 atas dakwaan pidana memicu kerusakan properti orang lain. Saat itu dia berumur 18 tahun. Dakwaan pidana terakhirnya, tercatat pada tahun 2003 usai penikaman yang dilakukannya.
(nvc/ita)











































