Khalid Masood, pelaku serangan teror di London, Inggris dikenal sebagai pria yang baik oleh para tetangganya. Masood yang lahir dan besar di Inggris ini, diketahui tinggal bersama istri dan anaknya di Birmingham, West Midlands.
Seperti dilansir AFP, Jumat (24/3/2017), Kepolisian Metropolitan London menyatakan Masood yang berusia 52 tahun ini, pernah dinyatakan bersalah atas serangkaian pelanggaran hukum, namun tidak pernah terjerat kasus terorisme. Polisi menyebut Masood memiliki banyak nama alias.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pelaku Teror London Dikenal Sebagai Mualaf yang Sangat Religius
Kepolisian Inggris mengkonfirmasi bahwa Masood merupakan warga negara Inggris. Dia dibesarkan oleh orangtua tunggal di kota Rye, pantai selatan Inggris.
Selama dua dekade terakhir atau antara 1983-2003, Masood terlibat serangkaian tindak pidana, mulai dari penyerangan, melukai orang lain, kepemilikan senjata dan pelanggaran ketertiban publik. Namun tetangga-tetangga yang tinggal di lingkungan yang sama dengan Masood mengenalnya sebagai pria baik dan murah senyum.
"Dia seorang pria yang baik. Saya biasa melihatnya berada di luar, sedang berkebun," tutur salah satu mantan tetangga Masood, Iwona Romek, kepada media lokal Inggris, Birmingham Mail.
Baca juga: Pelaku Teror London Menginap di Hotel Murah Sebelum Beraksi
"Dia memiliki seorang istri, wanita Asia muda dan seorang anak kecil yang pergi sekolah," imbuhnya. Laporan media-media lain menyebut Masood memiliki tiga anak.
Romek menyebut, keluarga Masood tiba-tiba pindah dari rumah mereka di Winson Green pada Natal 2016 lalu, tanpa berpamitan dengan para tetangganya. Romek mengaku, dirinya tidak bisa membayangkan Masood mendalangi serangan teror mengerikan pada Rabu (22/3) sore waktu setempat.
"Sekarang saya takut jika seseorang seperti itu, tinggal sangat dekat dengan saya," ucap Romek.
Baca juga: Pria AS Tewas dalam Serangan Teror London, Istrinya Luka Parah
Beberapa waktu terakhir, Masood dilaporkan tinggal di sebuah apartemen dekat sebuah restoran Persia dan kedai pizza di kawasan Edgbaston. Salah satu tetangga Masood di kawasan itu menuturkan kepada surat kabar Inggris, The Telegraph, bahwa Masood terlihat wajar dan ramah.
"Ini membuat saya sangat takut dan saya tidak tahu harus bilang apa kepada anak-anak saya. Dia (Masood) terlihat seperti pria penyayang keluarga yang baik dan tenang, selalu tersenyum," tutur tetangga yang enggan disebut namanya. Apartemen di Edgbaston itu menjadi salah satu lokasi penggerebekan kepolisian Inggris usai teror terjadi.
(nvc/ita)











































