Donald Trump dan Hillary Clinton Dijagokan Menang Saat Super Tuesday

Donald Trump dan Hillary Clinton Dijagokan Menang Saat Super Tuesday

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 01 Mar 2016 11:24 WIB
Donald Trump dan Hillary Clinton Dijagokan Menang Saat Super Tuesday
Donald Trump (REUTERS/Carlos Barria)
Washington - Donald Trump dan Hillary Clinton dijagokan memenangi pemilihan awal serentak di sejumlah negara bagian Amerika Serikat atau yang disebut dengan Super Tuesday. Pemilihan serentak ini menjadi momen besar bagi penentuan hasil pemilihan awal AS.

Pemungutan suara untuk Super Tuesday akan digelar 1 Maret waktu AS. Baik Trump maupun Hillary dijagokan sebagai kandidat terdepan untuk Partai Republik dan Partai Demokrat. Mereka mengunjungi para pemilih di sejumlah negara bagian, bahkan hingga sehari sebelum pemungutan suara digelar.

Jika keduanya menang besar saat Super Tuesday, tentu akan menjadi pukulan telak bagi penantang kedua kandidat itu. Hillary dalam posisi cukup di atas angin setelah mengalahkan pesaing terberatnya Bernie Sanders dalam pemilihan awal di South Carolina, memperkuat kemenangannya di Iowa dan Nevada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hillary berjuang keras meraih dukungan para pemilih Demokrat dengan mendatangi warga dan mengimbau mereka untuk menggunakan hak suaranya saat Super Tuesday. "Saya butuh bantuan Anda untuk memilih besok, untuk membawa orang-orang memilih bersama Anda," tutur Hillary kepada warga di Springfield, Massachusetts, seperti dilansir AFP, Selasa (1/3/2016).

Sedangkan Trump yang terus merajai polling, kini menjadi sasaran empuk serangan verbal kandidat Republik lainnya, Marco Rubio. Akhir-akhir ini, Rubio yang juga Senator Florida itu terus menyerang serangan personal terhadap Trump dan menekankan pengusaha real estate itu memiliki kelemahan besar.

Baca juga: Perang Verbal Capres AS Memanas, Marco Rubio Sebut Donald Trump Penipu

Rubio yang merupakan kandidat favorit Republik ini memperingatkan para pemilih di wilayah Tennessee bahwa media AS dan para pengkritik akan 'menghabisi' Trump jika Trump memenangkan nominasi pencapresan Partai Republik.

"Mereka akan mencabiknya (Trump) hingga berkeping-keping dan menjadikan Hillary Clinton terpilih," sebut Rubio, sembari meyakinkan pemilih Republik bahwa dirinya lebih mampu mengalahkan Hillary Clinton dalam pemilihan presiden November mendatang.

Namun Trump terus memimpin polling untuk Partai Republik, sedikitnya di 8 negara bagian dari total 11 negara bagian yang akan mengelar pemilihan awal Super Tuesday. Polling terbaru CNN/ORC menunjukkan miliarder asal New York itu mengembangkan dominasinya secara nasional.

Trump dilaporkan meraup 49 persen dukungan, yang diikuti oleh Marco Rubio di tempat kedua dengan 16 persen dukungan. Kandidat Republik lainnya, Senator Texas Ted Cruz berada di tempat ketiga dengan 15 persen dukungan, yang diikuti oleh pensiunan dokter bedah saraf Ben Carson dengan 10 persen dukungan serta Gubernur Ohio John Kasich dengan 6 persen dukungan.

Baca juga: Pilpres AS, Proses Panjang Mencari Pengganti Obama Tahun Ini

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads