Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menghadirkan program Poe Ibu, sebuah gerakan rereongan yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar. Gerakan ini menumbuhkan kepedulian, mempererat kebersamaan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam membantu masyarakat.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Abdi Nagri Ngaprak Lembur #2 dengan fokus pada perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dilaksanakan di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis.
Kegiatan ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga memperoleh hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.
"Melalui kegiatan ini, sebanyak 39 rumah menjadi sasaran penanganan, yang terdiri atas 30 rumah milik masyarakat miskin atau kurang mampu dan 9 rumah yang terdampak bencana pergeseran tanah. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pemulihan kondisi hunian warga yang terdampak bencana," ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).
Sebagai salah satu bentuk realisasi program, renovasi rumah milik Bapak Teddy telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, renovasi tahap pertama direncanakan menyasar 11 rumah yang membutuhkan perbaikan, dengan dukungan kolaboratif dari berbagai pihak.
Dari 11 rumah pada tahap pertama, sebanyak tiga rumah akan ditangani oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, sedangkan delapan rumah lainnya didukung oleh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dua rumah akan dibangun secara mandiri oleh Badan Pendapatan Daerah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, masing-masing satu rumah. Sementara itu, enam rumah lainnya akan ditangani melalui kolaborasi sejumlah perangkat daerah.
Dalam pelaksanaannya, pendanaan renovasi Rutilahu tahap pertama bersumber dari gerakan rereongan ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Program Poe Ibu.
"Semangat rereongan ini menjadi wujud kepedulian bersama bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah secara kelembagaan, tetapi juga merupakan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh unsur aparatur," kata Dedi.
Pelaksanaan Abdi Nagri Ngaprak Lembur #2 juga melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat, dan Jamkrida.
Kolaborasi lintas pihak diharapkan dapat memperkuat jangkauan manfaat program serta mendorong partisipasi berbagai unsur dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan capaian administratif, tetapi juga pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Perbaikan rumah warga menjadi salah satu langkah konkret untuk menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas sosial.
Melalui Program Poe Ibu, semangat rereongan ASN diharapkan dapat terus berkembang menjadi gerakan kebaikan yang berkelanjutan.
Berlandaskan semangat Abdi Nagri Ngaprak Lembur, Provinsi Jawa Barat berupaya memastikan bahwa kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat desa, sejalan dengan komitmen membangun Jawa Barat yang lebih sejahtera, inklusif, dan berdaya.
Lihat juga Video: Krisis Rumah Layak Huni di Jakarta
(anl/ega)