Barang hasil jarahan saat demo rusuh pecah di Prancis dijual secara online. Menteri Digital Prancis, Anne Le Henanff, mendesak platform jual-beli online untuk menghapus penawaran barang-barang curian itu.
Dilansir kantor berita AFP, Senin (19/10/2026), dia meminta perwakilan dari perusahaan-perusahaan termasuk Vinted dan eBay dipanggil untuk melakukan pembicaraan. Lebih dari 3.000 bisnis disebut mengalami kerusakan.
Tangkapan layar telah beredar di media sosial yang memperlihatkan daftar penjualan online untuk barang-barang yang diduga dicuri selama kerusuhan akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barang-barang curian dari akhir pekan ini ditawarkan untuk dijual di platform tertentu," kata Menteri Digital Anne Le Henanff di X.
"Kami berharap platform-platform ini menghapus penawaran yang dimaksud tanpa penundaan," imbuhnya.
Dia mengumpulkan perwakilan dari enam platform untuk mengadakan pertemuan dengan dihadiri oleh pejabat kementerian dalam negeri dan kementerian kehakiman.
"Mereka juga akan diwajibkan untuk bekerja sama secara erat dengan pihak berwenang negara agar mereka yang menjual kembali barang curian dapat diproses hukum," tambah Le Henanff.
Menurut kementerian perdagangan Prancis, perwakilan dari Vinted, Amazon, eBay, Leboncoin, Meta, dan TikTok, serta asosiasi ritel online Prancis Fevad, diundang untuk menghadiri diskusi tersebut.
Vinted menyatakan menerapkan kebijakan 'nol toleransi' dalam kasus-kasus seperti ini dan bekerja sama secara aktif dengan aparat penegak hukum dan pihak berwenang Prancis.
"Sejak akhir pekan ini, tim kami telah bertindak cepat untuk mengidentifikasi dan menghapus penawaran yang mungkin melibatkan barang-barang curian, dan kami telah memperketat pengawasan terhadap penawaran yang mencurigakan," kata platform barang bekas yang berbasis di Vilnius tersebut.
Sementara itu, eBay menyatakan bahwa mereka belum mengonfirmasi adanya peningkatan penawaran barang yang mungkin terkait dengan pencurian. Platform lelang online tersebut menambahkan bahwa mereka menggunakan 'perangkat teknologi proaktif' untuk mendeteksi penjualan barang-barang hasil curian.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam "kegagalan dalam antisipasi dan intelijen" oleh pihak berwenang Prancis, demikian disampaikan Istana Elysee pada Senin (19/10), setelah aksi protes nasional soal kenaikan biaya hidup diwarnai kekerasan.
Meski mengakui kegagalan tersebut, Macron menolak pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez. Macron dan pemerintahannya menghadapi tekanan dari politisi oposisi yang menyerukan pemecatan Nunez setelah demonstrasi massal pada Sabtu (17/10), yang memprotes kenaikan biaya hidup dan harga bahan bakar, berubah menjadi kerusuhan.
Hampir 2.400 orang ditangkap, sementara hampir 1.000 polisi dan gendarme (polisi bersenjata Prancis) terluka, kata Kementerian Dalam Negeri pada Minggu (18/10).
(wnv/rfs)









































