Perawat berinisial T (30) diduga dianiaya seorang dokter spesialis di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Korban mengaku dipukul berulang kali hingga mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala.
Satreskrim Polresta Cirebon membenarkan telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang dilaporkan korban.
"Benar, laporannya sudah ada. Sekarang sedang dilakukan penyidikan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak," kata Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Alireja, saat dimintai konfirmasi melalui pesan singkat, seperti dilansir detikJabar, Selasa (13/10/2026).
Irfan menjelaskan penyidik telah meminta keterangan kepada sejumlah pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap pelapor, terlapor, serta sejumlah saksi.
"Yang sudah diperiksa oleh penyidik: Pelapor, Terlapor, dan juga saksi," jelasnya.
Peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan asmara. Korban mengaku menolak hubungan asmara yang diinginkan terlapor. Namun dugaan motif tersebut masih menjadi bagian dari perkara yang ditangani kepolisian.
Berdasarkan penuturan korban, kejadian bermula ketika dirinya sedang menjalankan tugas sebagai perawat di rumah sakit tersebut. Secara tiba-tiba, dokter yang dilaporkan itu menghampirinya dan mengajaknya secara paksa ke sebuah ruangan yang sudah tidak digunakan, tepatnya di area belakang tangga dekat lift.
"Saya lagi kerja, tiba-tiba diajak sama dokter tersebut untuk ikut ke ruangan di belakang tangga dekat lift," ujar T saat menceritakan kejadian yang dialaminya, Selasa (13/10/2026).
Setibanya di ruangan tersebut, korban mengaku langsung dibentak dan dimaki. Situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan setelah terlapor diduga menampar dan memukul wajah korban.
Pukulan itu disebut mengenai bagian hidung hingga menyebabkan korban mengeluarkan darah. Korban bahkan mengaku nyaris kehilangan kesadaran akibat penganiayaan tersebut.
"Datang ke ruangan itu, langsung dibentak dan ditampar. Lalu hidung saya dipukul sampai saya mau pingsan," tuturnya.
Dalam kondisi terluka dan hidung mengeluarkan darah, korban berusaha mencari kesempatan untuk menyelamatkan diri. Menurut pengakuannya, terlapor sempat meninggalkan ruangan untuk mengambil tisu.
Kesempatan itu langsung dimanfaatkan korban untuk melarikan diri dan meminta pertolongan.
Baca selengkapnya di sini
(idh/dhn)