Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang diduga mengirimkan pesan cabul kepada sekitar 10 mahasiswi melalui pesan langsung (direct message/DM) Instagram. Pihak kampus kini turun tangan untuk menyelidiki kasus tersebut.
Dilansir detikJateng, salah satu korban menceritakan bahwa awalnya ia mengenal terduga pelaku melalui media sosial. Namun percakapan di medsos tersebut lama-kelamaan mulai menjurus ke arah yang tak senonoh.
"Awalnya dia follow, terus suka react story. Lama-kelamaan chat biasa kayak kenalan, nanya jurusan apa dan lain-lain. Setelah itu, dia mulai chat ke arah yang tidak pantas," kata korban kepada detikJateng, Rabu (15/7/2026).
Korban menyebutkan bahwa terduga pelaku merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip. Meski demikian, para korban diketahui berasal dari berbagai fakultas dan jurusan yang berbeda.
"Yang saya tahu ada kurang lebih 10 (korban). Tapi ternyata saat saya baca komentar di Instagram, korbannya lebih dari itu," ucapnya.
Saat dimintai konfirmasi terpisah, Direktur Integrasi Data dan Jejaring Media Undip, Nurul Hasfi, membenarkan adanya laporan mengenai kasus tersebut. Ia menyatakan pihak kampus saat ini sedang melakukan verifikasi.
"Benar, yang bersangkutan mahasiswa Undip. Saat ini, informasi yang diterima masih dalam proses verifikasi melalui mekanisme yang berlaku," kata Nurul melalui pesan singkat.
Berdasarkan informasi awal, Nurul menjelaskan bahwa dugaan tindakan pelecehan tersebut terjadi di luar kegiatan perkuliahan formal. Ia menegaskan pihak kampus akan tetap menindaklanjuti laporan yang masuk.
"(Dugaan pelecehan) berupa komunikasi verbal melalui media daring dalam konteks pergaulan pribadi yang bersangkutan," jelasnya.
"Undip tetap menindaklanjuti laporan tersebut secara objektif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta perlindungan terhadap pihak-pihak terkait," pungkas Nurul.
Baca selengkapnya di sini.
Simak juga Video '10 Korban Dugaan Pelecehan Seksual USU Dimintai Keterangan Satgas PPK':
(wnv/rfs)