Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan keprihatinannya atas sejumlah kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menjerat. Terbaru, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani ditangkap KPK.
"Sebenarnya kejadian seperti ini kan sudah beberapa kali terjadi, ya. Mungkin bulan ini saja tiga orang, ya. Langkat, Kuantan Singingi, sama Ibu Etik. Kami sebenarnya di Kementerian Dalam Negeri ini sangat prihatin dengan kejadian-kejadian seperti ini terulang lagi," kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan saat dihubungi, Minggu (12/7/2026).
Benni mengatakan Kemendagri menghormati proses hukum yang berlaku di KPK. Ia berharap para kepala daerah lain bisa mengambil pelajaran berharga dari rentetan kejadian tersebut.
"Kami dari Kementerian Dalam Negeri tentu sangat menghormati proses hukum. Dan kita semua harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan untuk setiap kepala daerah yang terkena OTT ini," katanya.
"Kami dari Kemendagri sangat berharap ini tidak terjadi lagi. Mudah-mudahan ini bisa jadi pelajaran bagi kepala daerah yang lain," sambungnya.
(isa/isa)