KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Selama bulan Ramadan, sebanyak tiga kepala daerah terjaring OTT.
Dirangkum detikcom, Sabtu (14/3/2026), ketiga kepala daerah tersebut diamankan dalam operasi berbeda yang dilakukan KPK di sejumlah daerah. Penindakan ini kembali menambah daftar kepala daerah yang tersandung kasus dugaan korupsi sejak dilantik pada 2025.
Berikut daftar kepala daerah yang terjaring OTT KPK selama Ramadan:
1. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring OTT KPK pada Selasa (3/3) dini hari. Setelah terjaring OTT, Fadia yang saat itu sedang berada di Semarang langsung digiring ke Jakarta guna proses pemeriksaan.
Fadia ditangkap bersama dua pihak lainnya, yakni orang kepercayaannya dan ajudannya. KPK menyebut OTT terhadap Fadia terkait pengadaan barang dan jasa outsourcing.
"Adapun dugaan tindak pidana korupsi dalam peristiwa tertangkap tangan ini adalah berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa (PBJ), salah satunya terkait dengan PBJ outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).
Fadia Arafiq pun membantah dirinya terkena OTT. Fadia menceritakan momen saat dia ditangkap oleh penyidik KPK dalam perkara dugaan korupsi pengadaan proyek. Fadia mengatakan diciduk KPK pada saat mengecas mobil listriknya.
"Saya duduk di tempat cas mobil bersama anak saya, putri saya, dan yang gede di rumah. Sama kabag ekonomi dan ajudan jam 12.00-an malam lah. Saya, waktu itu saya tiba-tiba KPK datang terus bilang, 'Mau koordinasi boleh?', boleh saya bilang, saya ikut aja," ungkap Fadia kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/3).
Fadia mengaku saat itu tidak ada kegiatan transaksional yang dia lakukan sehingga, menurut dia, tidak ada istilah operasi tangkap tangan (OTT) dalam penanganan terhadap dirinya.
(amw/imk)