×
Ad

Akhir Polemik Candaan Pandji soal Budaya Toraja

Ricdwan Abbas Sandono - detikNews
Sabtu, 14 Feb 2026 17:58 WIB
Pandji Pragiwaksono menjalani ritual adat di Toraja (Foto: dok. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN))
Makassar -

Komika Pandji Pragiwaksono telah menjalani sidang adat buntut candaannya terkait budaya Toraja. Pandji disanksi denda satu ekor babi dan lima ekor ayam.

Melansir detikSulsel, Sabtu (14/2/2026), peradilan adat untuk Pandji berlangsung di Tongkonan Kaero Sangalla, Tana Toraja. Sanksi denda adat untuk Pandji ini merupakan tradisi masyarakat Toraja sebagai permohonan maaf kepada leluhur.

"Jadi sebagai permohonan maaf kepada leluhur kami, (sanksi denda Pandji) 1 ekor babi, 5 ekor ayam," kata hakim adat Toraja, Sam Barumbun di hadapan Pandji dan masyarakat Toraja, Selasa (10/2/2026).

Candaan Pandji, menurut Sam, tidak hanya melukai harkat dan martabat suku Toraja, tapi juga leluhur. Sekalipun video yang dipermasalahkan pertama kali direkam pada 2013 silam.

"Saudara Pandji dalam materi stand up komedi yang pertama kali dilakukan pada tahun 2013, dan setelah itu dihapus. Kemudian 2021 itu dibuka kembali dan menjadi viral. Ini melukai dan menyakiti hati kami semua," ujarnya.

Sam juga menekankan kepada Panji bahwa kematian di Toraja adalah bagian terpenting dalam kehidupan mereka. Kematian disebut menjadi momentum untuk mengembalikan pemberian sang pencipta.

"Saudara Pandji, mati di Toraja menjadi adalah bagian terpenting dari kehidupan kami. Sehingga mati di Toraja menjadi sangat mahal. Karena di situlah kami mengembalikan sesuatu yang telah diberikan oleh Tuhan sang pencipta kami kepada Tuhan kembali," ucap Sam.

Karena itu, kata Sam, masyarakat Toraja berupaya mengembalikan pemberian Tuhan sebaik mungkin. Dia sekali lagi menekankan itulah mengapa kematian di Toraja mahal.

"Sehingga kami berusaha sebaik mungkin untuk mengembalikan pemberian yang terbaik dari sang pencipta itu. Jadi sekali lagi, kenapa mati di Toraja itu mahal karena mengembalikan seseorang ke keabadiannya itu adalah hal terpenting dalam kehidupan kita," terangnya.

Pandji Pragiwaksono menjalani ritual adat di Toraja, sebagai permohonan maaf dan tanggung jawab pemulihan. (Foto: dok. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN))




(kny/jbr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork