Komika Pandji Pragiwaksono disanksi denda satu ekor babi dan lima ekor ayam dalam peradilan adat buntut candaannya mengenai budaya Toraja, Rambu Solo, saat stand up comedy. Hakim adat Toraja juga menjelaskan soal permasalahan itu.
Peradilan adat untuk Pandji berlangsung di Tongkonan Kaero Sangalla, Tana Toraja, Selasa (10/2/2026). Pandji hadir mengenakan setelan kemeja biru muda dan celana abu-abu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, salah satu hakim adat Toraja, Sam Barumbun, menjelaskan konteks permasalahan sehingga Pandji dianggap menyinggung masyarakat Toraja. Sam menekankan kepada Panji bahwa kematian di Toraja adalah bagian terpenting dalam kehidupan mereka.
"Saudara Pandji, mati di Toraja menjadi adalah bagian terpenting dari kehidupan kami. Sehingga mati di Toraja menjadi sangat mahal. Karena di situlah kami mengembalikan sesuatu yang telah diberikan oleh Tuhan sang pencipta kami kepada Tuhan kembali," ucap Sam, dilansir detikSulsel.
Karena itu, kata Sam, masyarakat Toraja berupaya mengembalikan pemberian Tuhan sebaik mungkin. Dia sekali lagi menekankan itulah mengapa kematian di Toraja mahal.
"Sehingga kami berusaha sebaik mungkin untuk mengembalikan pemberian yang terbaik dari Sang Pencipta itu. Jadi sekali lagi, kenapa mati di Toraja itu mahal karena mengembalikan seseorang ke keabadiannya itu adalah hal terpenting dalam kehidupan kita," terangnya.
Pandji Disanksi Adat Babi dan Ayam
Dalam peradilan adat itu, Pandji diputuskan diberi sanksi denda satu ekor babi dan lima ekor ayam. Denda tersebut sebagai permohonan maaf ke leluhur masyarakat Toraja.
"Jadi sebagai permohonan maaf kepada leluhur kami, (sanksi denda Pandji) 1 ekor babi, 5 ekor ayam," ujar Sam Barumbun.
Baca selengkapnya di sini
Lihat Video 'Pandji Jalani Sanksi Adat Toraja: Serahkan 1 Babi dan 5 Ekor Ayam':
(idh/dhn)










































