Akses Sibolga-Tapteng Masih Putus, Target BNPB 3 Hari Sudah Dibuka

Duka dari Utara Sumatera

Akses Sibolga-Tapteng Masih Putus, Target BNPB 3 Hari Sudah Dibuka

Anggi Muliawati - detikNews
Sabtu, 29 Nov 2025 19:06 WIB
Warga berjalan melintasi sungai dengan jembatan darurat di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025).  Warga terpaksa melintasi jembatan darurat dari batang kayu akibat jalan dan jembatan penghubung antara Kabupaten Tapanuli Selatan menuju Tapanuli Tengah-Sibolga serta Medan putus diterjang banjir bandang pada Selasa (29/11).ANTARA FOTO/Yudi Manar/bar
Foto: Akses jalan Tapanuli Selatan menuju Tapanuli Tengah-Sibolga serta Medan putus diterjang banjir bandang (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
Jakarta -

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan saat ini akses jalan Sibolga dengan Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara masih terputus. Suharyanto menargetkan dalam tiga hari, akses jalan bisa dibuka kembali.

"Jalur yang menghubungkan Sibolga dengan Tapanuli Tengah, kemudian Tapanuli Utara, ke Tapanuli Tengah dan Sibolga, ini pun masih putus," kata Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube BNPB, Sabtu (29/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan meskipun sejumlah titik longsor sudah mulai dibersihkan, namun pekerjaan pembersihan jalan masih terhambat. Hal itu dikarenakan banyaknya titik longsor yang terjadi sepanjang jalur, serta kondisi jalan yang sempit dan berada di bawah perbukitan.

"Kami akan bekerja terus, minta waktu ya mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, target kami 3 hari kalau melihat kondisi sekarang, ini bisa tembus, bisa tembus," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Kenapa sampai sekarang belum bisa tembus, saya ulangi, karena jalan itu relatif kecil, di bawah perbukitan dan longsornya bukan hanya satu titik, puluhan, puluhan titik," sambungnya.

Dia mengatakan alat berat yang ada cukup banyak. Namun, tak dapat bekerja secara serentak.

"Jadi yang bisa bekerja adalah hanya dua alat berat secara bekerja sama, sementara alat berat yang lainnya adalah standby untuk bergantian. Itu yang menjadi permasalahan, sehingga majunya pembersian longsor itu tidak cepat atau tidak sesuai yang diingatkan," paparnya.

Lebih lanjut, Suharyanto mengatakan logistik pun akan didistribusikan melalui jalur darat mulai besok. Dia mengatakan KRI bantuan TNI AL akan tiba di Sumatera Utara, besok.

"Kami informasikan juga Kota Sibolga yang yang saat ini masih belum bisa ditembus lewat darat untuk bantuan logistik, mulai besok, kita akan juga mendorong logistik menggunakan jalur laut," ujarnya.

"Karena KRI bantuan TNI Angkatan Laut itu juga besok sudah tiba di Sumatera. Sumatera Utara," sambung dia.

Meski begitu, kata dia, akses jalur dari Tapanuli Tengah ke Bandara Pinangsori sudah bisa dilewati sore ini. Dia mengatakan bantuan sudah mulai didistribusikan jalur darat.

"Untuk Tapanuli Tengah, per sore ini, jalur darat dari Tapanuli Tengah ke Bandara Pinangsori ini sekarang sudah bisa dilalui oleh darat," tuturnya.

"Kalau kemarin sore untuk membantu masyarakat terdampak yang ada 1.100 KK di Tapanuli Tengah itu harus melalui udara, tapi per sore ini bisa lewat darat dan bisa lewat udara. Ini sudah dicoba dengan lewat darat yang bisa tembus ke Tapanuli Tengah," imbuh dia.

Simak juga Video Update Korban Banjir-Longsor di Agam Sumbar: 87 Meninggal, 88 Hilang

Halaman 2 dari 2
(amw/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads