BNPB Ungkap Data Terbaru Pengungsi Korban Banjir-Longsor Sumut, Ini Daftarnya

Duka dari Utara Sumatera

BNPB Ungkap Data Terbaru Pengungsi Korban Banjir-Longsor Sumut, Ini Daftarnya

Zunita Putri - detikNews
Sabtu, 29 Nov 2025 18:31 WIB
Petugas SAR gabungan mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Parak Jambu, Dadok Tunggul Hitam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025). Intensitas curah hujan tinggi membuat sejumlah sungai besar di kota itu meluap dan merendam ratusan rumah. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/sgd
Foto Banjir di Utara Sumatera: (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta -

BNPB mengungkapkan data terbaru mengenai kondisi korban banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara, Per sore ini, jumlah korban tewas sebanyak 166 orang sementara jumlah pengungsi jumlahnya mencapai ribuan orang.

"Kemudian (jumlah) pengungsi ada perubahan," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam jumpa pers, Sabtu (29/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut daftarnya:

- Tapanuli Utara: ada di satu titik pengungsian, jumlah pengungsi 600 keluarga

ADVERTISEMENT

- Tapanuli Tengah, Suharyanto mengatakan daerah terdampak paling parah, dengan satu titik pengungsian yaitu di Gor Tapanuli Tengah dengan pengungsi kurang lebih 1.100 KK

- Tapanuli Selatan: pengungsian tersebar di 12 kecamatan, dengan jumlah 4.661 KK

- Humbang Hasundutan ini juga disebut pengungsi sebanyak, dengan jumlah 1.712 jiwa

- Mandailing Natal tersebar di 8 titik pengungsian ada di 8 titik dengan jumlah per-sore ini 1.378 jiwa

Suharyanto mengatakan saat ini pemerintah terus melakukan upaya untuk membuka jalur transportasi dan komunikasi. Dia mengatakan jalur transportasi di Sibolga dan Padang Sidempuan masih dalam pengerjaan.

"Untuk jalur transportasi Sibolga, Padang Sidempuan masih belum selesai, masih dalam pengerjaan," katanya.

Meski begitu, bantuan logistik sudah mulai didistribusikan di Sibolga. Bantuan ini dikirim melalui udara.

"Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat ini belum bisa ditembus lewat darat, tapi sudah bisa ditembus lewat udara untuk pendistribusian logistik, tentu saja logistik di Sibolga belum cukup, tetapi kami yakinkan secara berangsur, secara terus menerus kami kirim terus melalui jalur udara," katanya.

"Dan kami infokan Kota Sibolga yang saat ini masih belum bisa ditembus lewat darat untuk bantuan logistik mulai besok kita akan dorong logistik menggunakan jalur laut, karena KRI bantuan TNI AL sudah tiba di Sumut," ungkapnya.

Simak juga Video Update Korban Banjir-Longsor di Agam Sumbar: 87 Meninggal, 88 Hilang

(zap/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads