Tukang Becak Ngaku Dipaksa Thoha Kelabui Teller BCA Kuras Rp 320 juta

ADVERTISEMENT

Tukang Becak Ngaku Dipaksa Thoha Kelabui Teller BCA Kuras Rp 320 juta

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 11:59 WIB
Sidang perkara pembobolan rekening BCA oleh tukang becak
Sidang perkara pembobolan rekening oleh tukang becak di Surabaya, Jawa Timur. (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Setu, tukang becak yang membobol rekening Rp 320 juta milik Muin Zachry, menjalani sidang kemarin. Setu meminta ampunan karena ia juga menjadi korban penipuan otak kasus itu, yakni Thoha.

Dilansir detikJatim, Rabu (25/1/2023), dalam sidang yang dipimpin oleh Marper Pandiangan selaku ketua majelis hakim itu, jaksa penuntut umum menanyakan kepada Setu apa benar ia disuruh oleh Thoha.

"Benar kamu disuruh ambil uang ratusan juta oleh Thoha?" tanya JPU Estik Dilla di ruang sidang Sari II PN Surabaya, Selasa (24/1/2023).

Setu, yang sudah berusia lanjut dan pendengarannya mulai berkurang, tampak mendekatkan telinganya ke pengeras suara HP yang dia pakai. Lalu ia menjawab pernyataan Dilla.

"Betul, saya dipaksa sama dia (Thoha)," ujar Setu.

"Sebagian saya buat beli HP iPhone Pro 13 Pro Max dan Vivo A57. Buat bayar biaya anak saya di pondok pesantren, bayar utang saya, dan main judi. Sisanya tinggal Rp 48 juta disita sebagai barang bukti," ujar Thoha menjawab pertanyaan Marper.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja meyakini teller sudah menjalankan tugas sesuai dengan prosedur.

"Ini penipuan dan kelalaian nasabah. Kami yakin dan bela teller kami tidak salah," kata Jahja kepada detikFinance, Jumat (20/1/2023).

Jahja menegaskan peristiwa tersebut adalah pencurian data nasabah lantaran ada kelalaian. Menurut dia, BCA bisa diminta sebagai saksi.

Selain itu, menurut Jahja, seharusnya sebagai nasabah seharusnya menyimpan secara hati-hati KTP, PIN, dan buku tabungan masing-masing.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengungkapkan kasus tersebut saat ini masih dalam proses persidangan di pengadilan.

"Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan sehingga BCA belum dapat menyampaikan tanggapan terkait materi atau pokok perkara sampai putusan persidangan keluar," kata dia.

Baca selengkapnya di sini

Tonton juga Video: Gagal Bobol ATM, Maling di Duren Sawit Gasak CCTV

[Gambas:Video 20detik]



(idh/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT