Joki Skripsi Kabur Bawa Uang, Bisakah Saya Gugat/Pidanakan?

ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Joki Skripsi Kabur Bawa Uang, Bisakah Saya Gugat/Pidanakan?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Jan 2023 10:22 WIB
Ilustrasi joki skripsi
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Untuk menyelesaikan pendidikan strata 1, mahasiswa harus menyelesaikan skripsi sebagai syaratnya. Namun ada yang potong kompas dengan membayar joki skripsi. Nah, bagaimana bila si joki kabur setelah mendapatkan bayaran?

Berikut pertanyaan pembaca yang diterima detik's Advocate. Pembaca detikcom juga bisa mengajukan pertanyaan serupa dan dikirim ke e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com

Halo detikcom

Saya adalah mahasiswa yang sudah putus asa karena tinggal skripsi yang belum diselesaikan. Lalu saya meminta bantuan joki skripsi untuk membantu. Saya sudah memberikan sejumlah uang ke joki skripsi itu.

Namun ternyata si joki skripsi menghilang. Nomor HP sudah tidak aktif. Tempat tinggal tidak diketahui lagi.

Apakah bisa saya mempidanakan si joki skripsi itu dengan pasal penipuan (Pasal 378 KUHP)?

Wasalam

Budi
Jakarta

JAWABAN:

Praktik perjokian dilarang dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Pasal 25 ayat 2 pada intinya menyebutkan bahwa jika karya ilmiah lulusan perguruan tinggi terbukti merupakan jiplakan, gelar akademiknya akan dicabut.

Pasal 70 UU Sisdiknas menyebutkan lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat 2 terbukti merupakan jiplakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200 juta.

Sehingga perbuatan penanya adalah bentuk perbuatan pidana.

Apakah Joki Skripsi Kabur Bisa Dipidanakan?

Karena perbuatan Anda merupakan perbuatan pidana, maka tidak dilindungi oleh UU, malah dikenakan UU. Anda bukan hanya korban penipuan, tapi juga bertindak sebagai pelaku.

Siapa pun yang terlibat dalam praktik perjokian bisa dikatakan sebagai penipu dengan tuduhan Pasal 378 juncto Pasal 52 juncto Pasal 56 KUHP, yakni baik pelaku langsung, pelaku peserta, maupun pelaku pembantu bisa dipidana dengan pidana penipuan. Dengan demikian, Anda pun selaku pelaku peserta dapat dikenai pidana.

Kacamata Perdata

Pasal 1320 KUHPerdata menyatakan syarat sahnya perjanjian yaitu kesepakatan para pihak, kecakapan para pihak, mengenai suatu hal tertentu, dan sebab yang halal. Perjanjian praktik perjokian tidak memenuhi unsur 'suatu sebab yang halal'. Sehingga tidak dilindungi negara/tidak bisa diadili di pengadilan.

Demikian jawaban kami
Terima kasih

Tim Pengasuh detik's Advocate

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum internasional, hukum waris, hukum pajak, perlindungan konsumen dan lain-lain.

detik's advocate

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke e-mail: andi.saputra@detik.com

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

(asp/asp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT