Atlet Sepatu Roda Jakarta Keluhkan Atap JIRTA yang Masih Saja Bocor

ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Atlet Sepatu Roda Jakarta Keluhkan Atap JIRTA yang Masih Saja Bocor

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Sabtu, 17 Des 2022 12:41 WIB
JIRTA yang atapnya masih bocor, 17 Desember 2022. (Brigitta Belia PS/detikcom)
JIRTA yang atapnya masih bocor, 17 Desember 2022. (Brigitta Belia PS/detikcom)
Jakarta -

Atap Jakarta International Roller Track Arena (JIRTA) sampai saat ini masih bocor dan mengganggu para atlet sepatu roda dalam berlatih dan berkompetisi. Beberapa atlet sepatu roda mengeluhkan atap bocor tersebut.

"Iya, masih bocor waktu latihan kalau hujan. Tapi selama kompetisi ini nggak hujan, jadi nggak bocor," kata salah satu atlet sepatu roda, Putri (12), kepada wartawan di JIRTA, Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (17/12/2022).

Putri, yang sering berlatih di JIRTA, berharap atap segera diperbaiki, sehingga tidak mengganggu konsentrasi latihan para atlet.

"Kebanyakan bocornya dari atap yang putih-putih itu (asbes tipis). Mengganggu banget. Soalnya, sampai ke tengah lapangan bocornya. Harapannya ya diganti atapnya sama seperti yang tebal-tebal itu, jangan yang tipis asbesnya. Biar nggak bocor lagi. Latihan jadi enak kalau nggak bocor," tuturnya.

Hal serupa diungkapkan Rayhan (13). Selama dia berlatih di JIRTA, dia mengaku belum pernah melihat adanya perbaikan atap tersebut.

"Nggak pernah lihat, selama latihan di sini nggak pernah lihat (adanya perbaikan atap)," ungkap Rayhan.

JIRTA yang atapnya masih bocor, 17 Desember 2022. (Brigitta Belia PS/detikcom)JIRTA yang atapnya masih bocor, 17 Desember 2022. (Brigitta Belia PS/detikcom)

Ia pun mengeluhkan keadaan atap yang bocor. Sebab, jika hujan turun, air akan menetes dan masuk sampai ke tengah lapangan.

"Iya, soalnya airnya bocor sampai ke lapangan. Jadi nggak konsentrasi," katanya.

"Harapannya ya tolong diganti atapnya. Masa bocor terus?" imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, pengurus Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) mengatakan penambalan atap JIRTA merupakan tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau dari sisi sarana dan prasarana JIRTA itu, di bawah Pemprov DKI, ya. Dinas Pemuda dan Olahraga dan Gubernur. Sebenarnya untuk kontrak dari pembangun itu masih ada garansi, tapi saya kurang tahu garansinya berapa tahun sejak dari Asian Games 2018 itu," kata Kabid Humas Perserosi Oky Arman kepada wartawan di JIRTA, Sabtu (17/12/2022).

Ia pun mengaku atap yang bocor sudah diperbaiki oleh developer. Namun, menurutnya, kualitas atap dan cuaca ekstrem menjadi penyebab mengapa atap di JIRTA selalu bocor.

"Dan untuk bocornya ini, lokasinya banyak, ketika sudah ditambal dan dicek oleh developer, sudah diperbaiki. Tapi terus ada kebocoran. Berpindah-pindah juga lokasi kebocorannya. Mungkin karena kualitas dari atap sendiri dan cuaca juga yang ekstrem ya, jadi atapnya juga nggak kuat," ungkapnya.

Oky menuturkan pihaknya saat ini sudah meninjau dan meminta developer yang mengurus gedung JIRTA mempertanggungjawabkannya. Sebab, bukan hanya atap yang bocor, tapi fasilitas lainnya juga banyak yang membutuhkan perbaikan.

JIRTA yang atapnya masih bocor, 17 Desember 2022. (Brigitta Belia PS/detikcom)JIRTA yang atapnya masih bocor, 17 Desember 2022. (Brigitta Belia PS/detikcom)

"Kadispora sendiri akan mem-follow up kembali kepada developer yang dulu. Kita akan minta pertanggungjawaban untuk diperbaiki kondisi atap yang masih bocor ataupun infrastruktur yang masih minus, seperti cat yang mengelupas, trek di lintasan yang catnya luka karena dari bocor-bocor tersebut, dari air hujan yang jatuh. Itu kan mempengaruhi kualitas cat juga," tuturnya.

"Terakhir akan di-follow up oleh Dinas Pemuda dan Olahraga, Pak Firdaus kepada pengembang sebelumnya untuk dilakukan pengecekan kembali karena terkait masih ada garansi dari bangunan tersebut," pungkasnya.

(dnu/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT