Spekulasi Penyebab Kematian Keluarga Kalideres Akhirnya Terpatahkan

ADVERTISEMENT

Spekulasi Penyebab Kematian Keluarga Kalideres Akhirnya Terpatahkan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Des 2022 07:51 WIB
Polda Metro merilis kesimpulan akhir terkait kematian keluarga Kalideres.
Polda Metro Jaya merilis kesimpulan akhir terkait kematian keluarga Kalideres. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Misteri kematian keluarga Kalideres, Jakarta Barat, akhirnya terpecahkan setelah penyidikan selama 1 bulan. Sejumlah spekulasi sempat bermunculan terkait kematian keluarga ini, di antaranya adalah spekulasi penganut sekte, puasa sampai mati (voluntary stopping eating and drinking/VSED), dan mati kelaparan, terpatahkan semua.

Penyidikan ilmiah yang dilakukan tim Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya dan tim ahli membuahkan sebuah kesimpulan akhir terkait penyebab kematian keluarga Kalideres ini. Bahwa keluarga ini tewas dengan wajar yakni karena sakit.

Polda Metro Jaya menggandeng sejumlah ahli untuk meneliti penyebab kematian keluarga ini. Tim ahli itu antara lain: pakar sosiolog agama, dokter forensik, digital forensik, puslabfor dan lain-lain. Para ahli melakukan penyelidikan sesuai dengan keilmuannya, sehingga menghadirkan sebuah kesimpulan akhir yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tak Ada Pidana

Polda Metro Jaya menyampaikan kesimpulan akhir terkait penyelidikan kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Dari penyelidikan polisi dan tim ahli forensik, dipastikan tak ada pidana dalam keluarga Kalideres.

"Kesimpulan akhir penyidikan kami, baik dari Labfor, maupun melibatkan berbagai ahli tidak ditemukan adanya peristiwa pidana yang menyebabkan kematian 4 orang di TKP tersebut," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Hengki Haryadi menambahkan tidak ditemukan motif keluarga Kalideres tewas karena pembunuhan, perampokan, atau tindak pidana lainnya.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.Foto: Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi. (Yogi Ernes/detikcom)

"Hasil penyelidikan kami tidak ada peristiwa pidana, maka kasus ini akan kami hentikan penyelidikannya," ujar Hengki Haryadi.

Hal ini diperkuat dari hasil pemeriksaan tim kimia biologi forensik di lokasi. Dari hasil pemeriksaan tak ditemukan ada DNA selain DNA keempat korban di TKP.

Kabid Kimia Biologi Forensik Puslabfor Polri Kombes Wahyu Marsudi menjelaskan upaya polisi mengungkap identitas sekeluarga ditemukan tewas di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Polisi mengecek identitas DNA keempat korban.

"Memastikan identitas korban berdasarkan DNA. nanti kita bandingkan dengan DNA saat masih hidup," kata Kombes Wahyu dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Dia mengatakan metode pencocokan tersebut disebut dengan metode sibling. Dia mengatakan dipastikan tak ada kerusakan di rumah tersebut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi mengecek setiap sudut di rumah tersebut untuk mencari apakah ada kemungkinan orang lain di luar empat korban yang meninggal di rumah tersebut.

"Kemudian tim juga mencari apakah ada percikan darah di TKP. Ternyata di TKP tak ditemukan percikan darah," ujarnya.

Meski begitu, polisi terus mencari tahu titik terang kasus. Polisi lalu mengambil semua sampel yang ada di rumah untuk dicek DNA.

Hasilnya, tak ada DNA yang ditemukan selain keempat korban.

Baca di halaman selanjutnya, spekulasi-spekulasi terpatahkan....

Simak Video: Sosiolog Agama Patahkan Dugaan Keluarga Tewas di Kalideres Penganut Sekte

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT