Akhir Misteri Keluarga Kalideres, Tewas karena Sakit Bukan Sekte

ADVERTISEMENT

Akhir Misteri Keluarga Kalideres, Tewas karena Sakit Bukan Sekte

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Des 2022 06:38 WIB
Polisi lakukan olah TKP ulang di rumah sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat,Sabtu (12/11/2022). Petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan.
Foto: Polisi mengumumkan hasil akhir penyidikan kematian keluarga Kalideres. (Rumondang Naibaho/detikcom)
Jakarta -

Polisi menuntaskan penyidikan kasus kematian 4 orang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Misteri penyebab kematian sekeluarga yang terdiri dari ayah, ibu, paman, dan anak ini terungkap sudah.

Setelah rangkaian penyelidikan selama 1 bulan lebih ini, pihak kepolisian akhirnya menarik kesimpulan tentang penyebab kematian sekeluarga tersebut. Keluarga Kalideres meninggal secara wajar dan tidak ditemukan pidana dalam kasus tersebut.

Mayat keempat korban tersebut ditemukan pada tanggal 10 November 2022. Keempat korban tersebut ialah ayah Rudyanto Gunawan (71), ibu Renny Margaretha (68), paman Budyanto Gunawan (68), dan anak Dian Febbyana (42).

Jasad paman ditemukan di ruang tengah, jasad ibu dan anak ditemukan dalam kamar depan, dan jasad ayah ditemukan dalam kamar belakang. Kondisi jasad ayah dan ibu sendiri sudah mengalami mumifikasi.

Sjeumlah spekulasi terkait kematian keluarga Kalideres sempat bermunculan. Akan tetapi, spekulasi-spekulasi tersebut terpatahkan.

Kasus Cukup Rumit

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan kematian satu keluarga Kalideres ini memang tergolong kasus rumit. Polisi pun melibatkan sejumlah ahli untuk membuat terang kematian keluarga Kalideres.

"Sebagaimana kita ketahui metode penyelidikan yang kami kembangkan yaitu scientific crime investigation. Ketika kita melakukan penyelidikan ilmiah kita harus telusuri dan analisis bukti yang tersedia untuk memastikan hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Tim ahli memerlukan waktu untuk meneliti setiap item barang bukti yang ditemukan dalam penyidikan ini. Penyidik dan tim ahli juga meneliti dengan cermat setiap temuan-temuan.

"Mengapa butuh waktu yang lama? Karena kita memang butuh kehati-hatian dan ketelitian karena memang scientific crime investigation membutuhkan analisis yang cermat dan bukti-bukti yang tersedia. Proses ini melibatkan pengumpulan dan analisis investigasi data secara langsung. Karena penyelidikan ini melalui metode ilmiah maka harus melalui proses verifikasi yang ketat," terang Hengki.

Bukan Penganut Sekte

Spekulasi-spekulasi bermunculan terkait kematian keluarga Kalideres ini. Salah satunya bahwa keluarga tersebut menganut sekte.

Namun, spekulasi tersebut terpatahkan. Pakr sosiplog agama, Jamhari MA memastikan keluarga ini bukan penganut sekte.

"Kesimpulan saya mereka bukan penganut sekte, apalagi apokaliptik. Mereka orang normal yang bisa meninggal secara wajar karena penyakit dan yang lain-lain," kata Jamhari dalam jumpa pers di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (9/12).

Jamhari memberi penjelasan temuannya dari sudut ilmu sosiologi. Pertama adalah fakta bahwa keluarga ini sangat tertutup dan mengisolasi diri di rumah. Dari keterangan-keterangan saksi, keluarga ini cenderung tertutup di lingkungan, apalagi ditambah adanya pandemi COVID-19 membuat orang cenderung mengisolasi diri di rumah.

Fakta yang kedua, ditemukan beberapa buku agama yang mungkin dibaca atau sedang dibaca atau sedang digeluti keluarga ini. Ada buku-buku dari agama Kristen, agama Islam, juga agama Buddha.

"Setelah dilihat dan dibaca, buku ini tidak ada yang aneh, tidak ada yang istimewa, karena buku-buku tersebut buku-buku biasa yang bisa ditemukan dan bisa dibeli di umum," jelasnya.

Simak video 'Dokter Forensik Beberkan Urutan Kematian Satu Keluarga di Kalideres':

[Gambas:Video 20detik]



Baca di halaman selanjutnya soal penyebab kematian keluarga Kalideres....



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT