4 Fakta Terkini Ismail Bolong Terancam 5 Tahun Bui

ADVERTISEMENT

4 Fakta Terkini Ismail Bolong Terancam 5 Tahun Bui

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 21:43 WIB
Ismail Bolong
Foto: Ismail Bolong (dok. Istimewa)
Jakarta -

Ismail Bolong telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tambang ilegal di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Ismail Bolong terancam 5 tahun penjara.

Kabar dirinya sudah dijadikan tersangka disampaikan oleh sang pengacara, Johanes Tobing. Hal ini disampaikan sehari setelah Ismail Bolong yang diperiksa pada Selasa (6/12/2022).

"Perlu kita sampaikan IB sudah resmi jadi tersangka, dan secara ini juga kami menyampaikan Pak IB sudah resmi ditahan," kata Johanes kepada wartawan di gedung Bareskrim Polri, Rabu (7/12).

Johanes mengungkapkan bahwa kliennya memang tidak terlibat kasus suap. Ismail Bolong disebut melanggar Undang-Undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020 Pasal 158 juncto Pasal 159 juncto Pasal 161 terkait penambangan ilegal.

"Kami harus bicara apa adanya terkait perkara yang dipersangkakan ada tiga pasal terhadap klien kami, Pak IB, pasal yang 158, 159, 161 mengenai tambang ilegal perizinan dan distribusi sebagainya," kata Johanes.

Berikut 4 fakta terbarunya:

1. Denda Rp 100 M

Selain terancam pidana 5 tahun penjara, Ismail Bolong juga dikenakan denda Rp 100 miliar. Hal ini dikatakan oleh Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah.

"Adapun pasal yang disangkakan adalah Pasal 158 dan Pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar," kata Nurul kepada wartawan, Kamis (8/12).

Selain itu, Ismail Bolong dijerat Pasal 55 ayat 1 KUHPidana karena berperan mengatur rangkaian kegiatan penambangan ilegal dan Komisaris PT Energindo Mitra Pratama (PT EMP), yang tidak memiliki izin penambangan.

2. Ada 2 Tersangka Lain

olri menetapkan dua rekan Ismail Bolong sebagai tersangka kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim). Keduanya berinisial BP dan RP.

"Adapun TKP di terminal khusus PT MTE (PT Makaramma Timur Energi) yang terletak di Kaltim dan lokasi penambangan dan penyimpanan batu bara hasil penambangan ilegal yang juga termasuk dalam PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara) PT SB (Santan Batubara)," kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah dalam keterangannya, Kamis (8/12).

BP berperan sebagai penambang batu bara, dan RP sebagai direktur PT Energindo Mitra Pratama (PT EMP), yang tidak memiliki izin usaha. Sementara itu, Ismail Bolong berperan mengatur rangkaian kegiatan penambangan ilegal dan Komisaris PT EMP.

"Selanjutnya IB berperan mengatur rangkaian kegiatan penambangan ilegal pada lingkungan PKP2B perusahaan lain dan menjabat Komisaris PT EMP, yang tidak memiliki izin usaha penambangan untuk melakukan kegiatan penambangan," ujarnya.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya..

Simak Video: Peran Ismail Bolong dan 2 Rekannya di Kasus Tambang Ilegal

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT