Keluarga Korban Hendak Laporkan Kasus Gagal Ginjal Pakai Pasal Pembunuhan

ADVERTISEMENT

Keluarga Korban Hendak Laporkan Kasus Gagal Ginjal Pakai Pasal Pembunuhan

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 13:59 WIB
Keluarga korban gagal ginjal akut dan pengacara sambangi Bareskrim Polri untuk membuat laporan.
Keluarga korban gagal ginjal akut dan pengacara menyambangi Bareskrim Polri untuk membuat laporan. (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Keluarga korban gagal ginjal akut hendak menempuh jalur hukum dengan membuat laporan polisi. Mereka berencana melaporkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas timbulnya gagal ginjal akut dengan pasal pembunuhan.

"Kami kemari untuk membuat laporan atas tindak pidana yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, yaitu terkait dengan konsumsi obat parasetamol yang mengandung etilen dan dietilen yang kelebihan ambang batas. Saat ini kami bersama salah satu orang tua korban Muhammad Rifai," kata kuasa hukum Rezza Adityananda Pramono di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2022).

Rezza mengatakan hingga kini polisi belum menyentuh Pasal 338 tentang Pembunuhan di kasus gagal ginjal akut. Menurut Rezza, pasal tersebut perlu disangkakan karena obat yang ada menyebabkan kematian terhadap para korban.

"Penyidik di Bareskrim Polri ini baru menerapkan pasal mengenai UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen. Sedangkan untuk rencana laporan yang hari ini, kami akan mencoba menggunakan dasar hukum yang berbeda, seperti yang tadi saya sampaikan, hilangnya nyawa seseorang di mana dimaksud dengan Pasal 338 KUHP, 359 KUHP," jelasnya.

Rezza mengatakan pihaknya akan berkoordinasi terkait terlapor di kasus tersebut. Beberapa barang bukti, termasuk catatan medis dari korban, bakal diserahkan.

"Bukti-bukti saat ini salah satunya ada beberapa dokumen dari hasil kemarin penyidikan tentunya, kemudian juga catatan atau rekaman medis rumah sakit akibat dari kematian anaknya Pak Rifai," jelasnya.

Begitupun soal identitas terlapor atau pihak yang dilaporkan terkait gagal ginjal akut, Rezza menuturkan pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan penyidik. "Untuk yang dilaporkan mungkin nanti kita berkoordinasi dulu dengan penyidik," sambung dia.

Laporan Diarahkan ke Polda Metro Jaya

Kuasa hukum lainnya, Christma Celi Manafe, mengatakan laporan yang dibuat akhirnya diarahkan ke Polda Metro Jaya, setelah berkoordinasi dengan penyidik Bareskrim Polri. Christma menyampaikan alasan penyidik adalah korban berasal dari satu wilayah.

"Tadi kami sudah mencoba ke SPKT untuk membuat laporan polisi. Namun, menurut petugas yang bertugas, karena di sini mekanismenya untuk membuat laporan terkait kasus ini harusnya korban lebih dari satu, tidak boleh di satu wilayah saja. Jadi mereka sarankan kepada kami lebih baik bagaimana kami ke Polda Metro Jaya," kata Christma.

Dia menyebut tidak akan mengkoordinasi korban lainnya untuk membuat laporan di Bareskrim Mabes Polri. Karena alasan tersebut, pihaknya setelah ini akan ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus tersebut.

"Setelah kami pertimbangkan ke orang tua korban, kami akan ke Polda untuk membuat laporan polisi terkait dengan kasus kematian anak klien kami. Kalau kami, klien kami karena hanya satu orang, jadi ke Polda," ungkapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan Video 'Sidang Perdana Gugatan Korban Kasus Gagal Ginjal Akut Digelar 13 Desember':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT