KSAD soal Paspampres-Kowad Kostrad: Kita Cek Apa Betul Pemerkosaan atau Tidak

ADVERTISEMENT

KSAD soal Paspampres-Kowad Kostrad: Kita Cek Apa Betul Pemerkosaan atau Tidak

Rumondang Naibaho - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 14:12 WIB
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman (Rumondang Naibaho/detikcom)
Jakarta -

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengatakan pihaknya masih mengecek soal benar atau tidaknya dugaan pemerkosaan oleh perwira menengah Paspampres berpangkat mayor terhadap perwira pertama Komando Wanita AD (Kowad) Kostrad. Dudung menegaskan proses hukum terhadap mayor Paspampres itu belum sampai pada tahap terbukti memperkosa.

"(Sanksi) kalau memang sesuai dengan aturan hukum militer, yang namanya (pelaku) militer dengan (korban) militer itu, pecat. Dua-duanya, kalau misalnya... kita kan akan cek apakah betul pemerkosaan atau tidak, kita cek dulu. Belum (sampai pada) proses ceritanya bahwa itu (betul) diperkosa," ujar Dudung kepada wartawan di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat Rabu (7/11/2022).

Soal perkembangan kasus terbaru, Dudung menuturkan akan mengecek kembali progres kasus ini. "Dalam proses, sekarang di Puspom lagi diproses. Kan pengaduan dari yang diperkosa ya, laporan kemudian Puspom sudah bergerak, sudah diproses. Yang bersangkutan sudah ditahan. Nanti akan terus (saya) dicek kembali," jelas Dudung.

Dudung juga mengatakan TNI AD telah memberikan pendampingan psikologis kepada Kowad perwira pertama Kostrad itu. Dudung menyebut pendampingan terhadap korban dilakukan oleh atasan korban.

"Sekarang kan lagi didampingi oleh atasannya Kowad itu, untuk dipulihkan," lanjut Dudung.

Sebelumnya diberitakan perwira Paspampres berpangkat mayor diduga memperkosa perwira muda perempuan Kostrad. Perwira Paspampres jadi tersangka dan ditahan saat ini.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Kisdiyanto memastikan terduga pelaku dijerat dengan Pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Perwira Paspampres itu juga akan diberi sanksi pemecatan.

Adapun bunyi Pasal 285 KUHP yang menjerat perwira Paspampres yang jadi tersangka pemerkosa perwira muda perempuan dari kesatuan Kostrad, sebagai berikut;

Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan isterinya bersetubuh dengan dia, dihukum, karena memperkosa, dengan hukuman penjara selama-lamanya dua belas tahun.

Kisdiyanto menuturkan tersangka masih dalam penyidikan. Perwira Paspampres itu akan menjalani proses hukum di Polisi Militer.

"Masih dalam proses pemeriksaan. Sesuai arahan Bapak Panglima, pelaku akan dikenai hukuman pidana dan dipecat dari TNI," tegas Kisdiyanto.

(aud/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT