7 Hal Diketahui soal Mayor Paspampres Pemerkosa Terancam 12 Tahun Bui

ADVERTISEMENT

7 Hal Diketahui soal Mayor Paspampres Pemerkosa Terancam 12 Tahun Bui

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Des 2022 08:04 WIB
Stop Kekerasan Seksual
Foto: Ilustrasi kekerasan seksual (Shutterstock)
Jakarta -

Seorang oknum mayor Paspampres yang memperkosa prajurit Kostrad kini sudah mendekam di tahanan. Ada beberapa hal yang sejauh ini diketahui.

Seperti diketahui bahwa perempuan yang menjadi korban pemerkosaan tersebut adalah anggota kesatuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Pangkat korban tergolong perwira muda. Dia mengikuti seleksi petugas pengamanan untuk kegiatan KTT G20 Bali lalu.

Sementara pelaku adalah pria berpangkat mayor dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Pelaku dan korban sudah saling kenal dengan korban sejak proses pelatihan petugas pengamanan KTT G20.

Ada sejumlah hal yang sejauh ini sudah diketahui terkait kasus pemerkosaan ini.

1. Bermula dari 'Izin Koordinasi'

Kasus dugaan pemerkosaan itu terjadi di salah satu hotel di Bali pada Selasa, 15 November 2022 malam. Awalnya, mayor Paspampres datang ke lokasi korban dengan dalih izin koordinasi.

Korban saat itu disebut sedang tidak enak badan. Lalu, Mayor Paspampres itu memperkosanya hingga korban bangun pada pagi harinya dalam keadaan tidak berbusana. Peristiwa pemerkosaan itu membuat korban sangat trauma.

2. Kasus Ditarik ke Mabes TNI

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan kasus tersebut sudah ditangani Mabes TNI. Dia mengatakan jika pelaku adalah Paspampres yang merupakan satuan di bawah Mabes TNI.

"Kalau nggak salah sidiknya di Makassar karena korban ini bagian dari Divisi III Kostrad, tetapi akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku kan Paspampres, itu kan di bawah Mabes TNI, kita ambil alih, penanganan di TNI," kata Andika, dikutip detikcom, Sabtu (3/12/2022).

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)Foto: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)

3. Panglima TNI Minta Pelaku Dipecat

Mayor Paspampres diharapkan mendapat hukuman atas perbuatannya. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa juga meminta agar pelaku dipecat.

"Satu, itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP ada. Kedua, adalah dilakukan sesama keluarga besar TNI, bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja. Maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus," kata Andika, dikutip detikcom, Sabtu (3/12/2022).

"Sudah, sudah proses hukum, langsung," tambah Andika.

Simak di halaman berikut

Saksikan juga 'Kata Laksamana Yudo soal Oknum Paspampres Perkosa Perwira Kostrad':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT