Hendra Ungkap Perintah Kapolri soal Yosua: Profesional Meski TKP Rumah Sambo

ADVERTISEMENT

Hendra Ungkap Perintah Kapolri soal Yosua: Profesional Meski TKP Rumah Sambo

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 06 Des 2022 12:48 WIB
Jakarta -

Mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan mengaku dipanggil untuk menghadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait peristiwa tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat di rumah dinas Ferdy Sambo, kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel). Hendra mengungkapkan Jenderal Sigit saat itu memerintahkan dirinya menangani kasus kematian Yosua dengan profesional dan prosedural.

Hal itu disampaikan Hendra saat bersaksi di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jaksel, Selasa (6/12/2022). Mulanya, Hendra bercerita Ferdy Sambo meneleponnya pada 8 Juli untuk datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Di TKP, Sambo menceritakan skenarionya soal peristiwa tembak-menembak karena Yosua melecehkan Putri Candrawathi.

"(Hendra bertanya ke Sambo) 'Ada kejadian apa, Bang?', (Sambo jawab) 'Ini ada anggota tembak tembakan dan gara-gara mbakmu'. (Hendra bertanya lagi) 'Mbak kenapa Bang?', (Sambo menjawab) 'Itu di dalam kamar dilecehkan, kamu lihat aja di dalam'," kata Hendra menirukan percakapannya dengan Sambo.

Hendra kemudian melihat jenazah Yosua yang sudah tergeletak. Hendra mengaku sempat kaget dan bertanya-tanya peristiwa pelecehan apa yang terjadi hingga sampai terjadi tembak-tembak.

Namun saat itu dia belum menemukan jawabannya meskipun sudah bertanya ke Brigjen Benny Ali, yang saat itu menjabat Karo Provos.

"Lihat korban, lihat 'Lho kok sampai begini. Bagaimana sih ini pelecehannya, gimana'. Kata Pak Benny, 'Sudah nanti dibahas di kantor supaya cepat-cepat ini untuk jenazah dievakuasi'," cerita Hendra.

Singkat cerita, Hendra kemudian diminta menghadap Kapolri. Saat itu, kata Hendra, Jenderal Sigit memintanya menceritakan kejadian terkait peristiwa kematian Yosua.

"Kemudian pas ke rumah itu, saya dipanggil Pak Benny untuk menghadap Pak Kapolri. Ketika menghadap, di bawah ketemu Pak FS, saya lapor ke Pak Benny bahwa dipanggil koorspri untuk menghadap Pak Kapolri," ungkap Hendra.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT